Pemain bernama asli Robson de Souza itu jadi satu diantara dari enam orang yang dinyatakan bersalah atas penyerangan terhadap seorang wanita Albania di sebuah klub malam di Italia pada Januari 2013 silam.
Pemain berusia 40 tahun itu saat ini mendekam di penjara Dr Jose Augusto Cesar Salgado P2 yang terkenal di Tremembe, negara bagian Sao Paulo, Brasil, yang dijuluki ‘penjara orang-orang terkenal.
Di dalam sel penjara, Robinho bergabung dengan beberapa narapidana yang dilaporkan memiliki reputasi buruk dan sangar, termasuk seorang wanita yang menikam suaminya sebanyak 56 kali.
Para narapidana terkenalnya yang ada di sel itu termasuk seorang pria yang membunuh putrinya sendiri, ada juga napi yang dipenjara selama 98 tahun setelah menculik dan membunuh seorang gadis berusia 15 tahun dan seorang berstatus mantan dokter yang melecehkan 39 pasien yang dibius.
Di penjara Robinho, para narapidana dipaksa untuk berdesakan di dalam sel berukuran antara delapan hingga 15 meter persegi dengan beberapa di antaranya berisi enam orang.
Sekitar 2.500 narapidana ditempatkan di fasilitas tersebut, yang dekat dengan tempat bintang Arsenal Gabriel Jesus dibesarkan, namun tidak ada pemimpin geng disana karena takut akan kekerasan.
Banyak dari mereka yang dibebaskan selama 11 hari saat Natal, namun Robinho tidak dianggap memenuhi syarat untuk mendapatkan remisi tersebut yang berarti dia tidak memiliki waktu bersama keluarga dengan istrinya, Vivian dan ketiga anak mereka di rumah mereka di Santos.
Robinho awalnya telah dijatuhi hukuman pada tahun 2017, namun butuh waktu tujuh tahun untuk membawanya ke pengadilan. Pihak berwenang Italia menginginkannya menjalani hukuman sembilan tahun di Italia, tetapi dia berada di Brasil, di mana hukum biasanya melarang ekstradisi penjahat pribumi.
Italia mengajukan banding agar dia diekstradisi pada tahun 2022 sebelum keputusan penting dari Pengadilan Tinggi Brasil menjatuhkan hukuman di tanah airnya.
Robinho yang kala itu berusia 28 tahun dan bermain untuk AC Milan pada saat pemerkosaan beramai-ramai terjadi mengakui dalam pengajuan bandingnya ia melakukan 'kontak' dengan wanita tersebut, namun pemain asal Brasil ini bersikeras hal itu dilakukan atas dasar suka sama suka.
Pengadilan Banding Milan memutuskan Robinho telah meremehkan dan mempermalukan korban secara brutal saat menguatkan hukuman aslinya pada Desember 2020. Panggilan telepon yang disadap antara pemain asal Brasil itu dan mereka yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut digunakan sebagai bukti utama dalam vonis awalnya.
“Itu membuat saya tertawa karena saya tidak tertarik, wanita itu mabuk, dia bahkan tidak tahu apa yang terjadi,” kata Robinho kala itu.
Sejatinya pemain berposisi sebagai penyerang dan pernah membela Real Madrid itu sudah mengamankan transfer kembali ke Santos pada tahun 2020 dimana ia mendapatkan kontrak yang bernilai upah minimum. Namun ia dipaksa untuk merobek kontrak tersebut di tengah protes atas penandatanganannya, dengan sponsor utama menarik dukungannya untuk klub sepak bola tersebut.
Robnho datang dari akademi Santos dan digadang jadi bintang baru Brasil. Dia kemudian bermain dalam 137 pertandingan untuk Real Madrid, 53 kali untuk Manchester City dan 144 kali untuk AC Milan selama karier bermainnya. Dia juga tampil 100 kali untuk tim nasional Brasil.
Editor: Aspian Nur