Ia mencetak 23 poin dalam kekalahan 122-110 di Crypto.com Arena di LA, namun 27 poin dari Jarrett Allen membantu Cleveland untuk meraih kemenangan kedelapan secara beruntun.
Dianggap sebagai satu diantara pebasket terhebat sepanjang masa, James tahun lalu menjadi pencetak poin terbanyak sepanjang masa di NBA, memenangkan empat Kejuaraan NBA, empat kali dinobatkan sebagai Most Valuable Player atau Pemain Paling Berharga dan berada di musim ke-22 di NBA, sebuah rekor yang dia bagi dengan Vince Carter yang kini telah pensiun.
James memiliki optimisme tinggi mengenai kariernya, baik di NBA maupun di kejuaraan bola basket bergengsi lainnya meski usianya sudah tak lagi muda.
“Jika saya benar-benar ingin, mungkin saya bisa bermain di level elite sekali lagi, atau bahkan sekitar lima hingga tujuh tahun lagi. Tapi, mungkin saya tidak akan melakukan itu,” ungkap James melansir dari laman dailymail.co.uk hari ini.
“(Saya) hanya berpikir kembali ke saat saya masuk ke liga. Itulah hal pertama yang saya pikirkan. Anda masuk sebagai anak muda berusia 18 tahun, dan sekarang Anda duduk di sini sebagai seorang berusia 40 tahun. Itu cukup keren,” ungkapnya.
Meskipun masih enggan untuk gantung sepatu, pencetak skor terbanyak di NBA itu mengungkapkan jika waktunya tiba, ia ingin mengakhiri kariernya di Los Angeles, bersama dengan Lakers.
“Saya ingin semuanya berakhir di sini. Itu rencananya. Saya datang ke sini untuk memainkan tahap terakhir karier saya dan mengakhirinya bersama klub ini,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur