Pada bulan Februari 2024 lalu, Sir Chris yang berstatus juara Olimpiade enam kali mengatakan dia sedang dirawat karena kanker.
Menulis di Instagram pada saat itu, ia mengatakan perawatannya berjalan dengan sangat baik. “saya optimis, positif,” tulis pria berusia 48 tahun itu.
Namun, Sir Chris sebenarnya tahu bahwa kankernya sudah parah dan pengobatannya adalah manajemen. Sir Chris masih sempat tampil sebagai komentator untuk BBC pada Olimpiade Paris tahun ini meskipun dia didiagnosis menderita kanker stadium akhir.
Sang bintang telah memeriksakan diri ke dokter pada bulan September tahun lalu dan diketahui sebuah tumor ditemukan dibahunya sebelum pemindaian kedua menemukan kanker primer di prostatnya.
Kanker prostat telah menyebar ke tulang-tulang Sir Chris - termasuk bahu, panggul, tulang rusuk, tulang belakang dan tulang rusuk. Dari hasil diagnose dokter itu Sir Chris mengaku menderita kanker stadium akhir dan hanya memiliki waktu dua sampai empat tahun untuk hidup.
“Meskipun rasanya tidak wajar, ini adalah alam,” ujarnya dalam wawancara dengan Sunday Times. “Anda tahu, kita semua dilahirkan dan kita semua akan mati dan ini hanyalah bagian dari prosesnya. Anda mengingatkan diri Anda sendiri, bukankah saya beruntung ada obat yang bisa saya minum yang akan menangkis hal ini selama mungkin,” ujar Sir Chris lagi.
Sir Chris yang tergabung dalam tim balap sepeda Britania Raya memiliki seorang istri Bernama Sarra dan dua orang anak, Chloe yang berusia tujuh tahun dan Callum yang berusia 10 tahun.
Sir Chris menceritakan bagaimana dia mengatakan kepada anak-anaknya tidak ada yang hidup untuk selamanya, tetapi dia berharap untuk “berada di sini selama bertahun-tahun”.
Dia memulai kemoterapi pada bulan November, mengenakan topi dingin menjaga rambutnya. Olahragawan ini mengalami reaksi alergi yang hebat dalam sesi kemoterapi yang melelahkan - tetapi hanya melewatkan lima hari latihan dengan sepeda.
Saat ini Sir Chris sedang menulis memoar yang menceritakan pengalamannya melawan kanker stadium akhir. Istrinya Sarra didiagnosis menderita multiple sclerosis yang tidak dapat disembuhkan dan bersifat degeneratif hanya beberapa minggu sebelum dia terkena kanker.
Pasangan ini telah memilih pengobatan yang berisiko rendah namun kurang efektif. “Pada hari-hari tertentu Sarra berjuang untuk memasukkan kunci ke dalam pintu,” ungkap Sir Chris mengenai kondisi sang istri.
Pasangan ini belum memberi tahu kedua anak mereka tentang diagnosis dokter tersebut.
Editor: Aspian Nur