Sabalenka dan Pegula tiba di Flushing Meadows sebagai dua pemain yang sedang dalam kondisi terbaiknya, dengan masing-masing telah memenangkan turnamen WTA 1.000 bulan lalu.
Pegula terlihat penuh percaya diri saat ia memulai dengan agresif dan mengejutkan Sabalenka dengan melakukan pukulan pertama di awal set pembuka. Namun Sabalenka segera mematahkan servisnya sebelum melaju ke tiga game berikutnya.
Ingin menghindari terulangnya final tahun lalu dimana dirinya kalah setelah memenangi set pembuka, Sabalenka melaju dengan cepat pada tiga game pertama di set kedua.
Ini merupakan trofi tunggal Grand Slam ketiga bagi Sabalenka setelah ia berhasil mempertahankan gelar Australia Terbuka di bulan Januari 2024. Ini juga melanjutkan dominasinya di lapangan keras, dengan kemenangan atas Pegula yang memperpanjang rekor tak terkalahkan Sabalenka di turnamen besar menjadi 14 pertandingan.
“Saya tidak bisa berkata-kata saat ini. Ini selalu menjadi impian saya dan akhirnya saya mendapatkan trofi yang indah ini,” kata Sabalenka melansir dari bbc.com pagi ini.
Petenis berusia 26 tahun itu memeluk timnya dan dengan bercanda menampar kepala pelatihnya Jason Stacy, yang memiliki replika tato harimau Sabalenka yang tercetak di area tersebut saat berselebrasi merayakan kemenangan. “Ini hasil kerja keras yang saya impikan. Saya sangat bangga dengan diri saya sendiri. Saya tidak pernah mengatakannya, tetapi saya sangat bangga pada diri saya sendiri,” imbuhnya.
“Saya sangat bangga dengan tim saya karena apa pun yang terjadi, kami mampu melaluinya dan mendapatkan semua piala yang indah itu,” ujar Sabalenka lagi.
Bagi unggulan keenam Pegula, penantiannya untuk meraih gelar utama pertama terus berlanjut. Bermain di final tunggal Grand Slam pertamanya, petenis berusia 30 tahun ini didukung oleh penonton di Arthur Ashe Stadium dan melakukan serangan di menit-menit akhir untuk menghentikan Sabalenka.
Namun Sabalenka berhasil bangkit dari ketertinggalan 5-3 pada set kedua sebelum meraih kemenangan dalam waktu satu jam dan 53 menit untuk meraih 2.000 poin peringkat dan hadiah uang sebesar $3,6 juta (£3,04 juta), setara dengan Rp62 Miliar lebih.
“Saya berharap dia setidaknya membiarkan saya mendapatkan satu set. Kami menjalani pertandingan yang sulit di Cincinnati beberapa minggu yang lalu dan ia adalah salah satu yang terbaik di dunia,” kata Pegula.
Kemenangan Sabalenka di New York membuatnya menjadi pemain pertama yang memenangkan kedua turnamen hard-court Slam di tahun yang sama sejak Angelique Kerber di tahun 2016.
Editor: Aspian Nur