Khelif dari Aljazair dan Lin dari Chinese Taipei didiskualifikasi dari Kejuaraan Dunia tahun lalu setelah dilaporkan gagal dalam tes kelayakan gender namun mereka memenangkan emas di Paris setelah dinyatakan lolos oleh Komite Olimpiade Internasional.
Woods yang merupakan presenter sepak bola berkomentar “artikel yang bagus” sebagai balasan atas sebuah tulisan dari Oliver Brown dari Telegraph, seorang jurnalis eksternal yang telah menulis tentang masalah ini.
Woods, yang bekerja untuk TNT Sport dan menjadi bagian dari liputan ITV Sport tentang Euro 2024 di Jerman mengatakan ia telah menerima lusinan pesan yang berisi kebencian. “Sejak saya membalas artikel ini, saya telah menerima banyak ancaman pembunuhan terhadap diri saya dan anak saya yang belum lahir,” tulis Woods di X melansir dari bbc.com Jumat (16/8/2024) pagi ini.
“Pertanyaan mengenai jenis kelamin saya (saya hamil, jadi saya kira itu sudah jelas), seruan agar majikan saya memecat saya, ancaman terhadap rumah saya. Ketika ada ketidaksesuaian dengan hasil tes - yang dapat berdampak pada keselamatan manusia lain, di lingkungan yang di atas segalanya harus adil - pertanyaan-pertanyaan akan diajukan, Jawabannya masih belum jelas, jika tidak, topik ini akan ditutup,” paparnya.
Khelif dan Lin didiskualifikasi oleh Asosiasi Tinju Internasional (IBA) yang dipimpin oleh Rusia pada Kejuaraan Dunia tahun lalu.
IBA mengatakan Khelif dan Lin gagal memenuhi kriteria kelayakan untuk berpartisipasi dalam kompetisi wanita, sebagaimana yang ditetapkan dan dijabarkan dalam peraturan IBA. Komite Olimpiade Internasional (IOC), yang mengelola pertandingan tinju di Olimpiade, mengizinkan mereka untuk bertanding.
Hal ini menimbulkan keraguan tentang tes tersebut dan mengkritik keras IBA, dengan bersikeras bahwa Khelif dan Lin “dilahirkan dan dibesarkan sebagai wanita”.
Presiden Thomas Bach mengatakan pekan lalu bahwa IOC tidak menyukai ketidakpastian tetapi menyarankan tidak ada sistem yang solid secara ilmiah untuk mengidentifikasi pria dan wanita. Khelif mengatakan dirinya sudah menjadi korban perundungan dan menyebut IBA membencinya dan tidak tahu mengapa.
Sejak memenangkan medali emas Olimpiade, atlet berusia 25 tahun ini telah mengajukan gugatan atas dugaan perundungan di dunia maya selama Olimpiade Paris, yang kabarnya menyebut nama penulis JK Rowling dan pemilik X, Elon Musk.
Editor: Aspian Nur