Sementara lifter Thailand Weeraphon Wichuma merebut medali perak dengan total angkatan 346 kg dari snatch dan clean & jerk. Dimitrov Bozhidar dari Bulgaria merebut perunggu dengan total angkatan 344 kg.
Catatan beban 199 kg milik Rizki di clean & jerk menjadi sebuah rekor Olimpiade. Dia mematahkan catatan 198 kg milik Shi Zhiyong dari China yang dibuat pada Olimpiade Tokyo.
Rizki juga punya dua catatan rekor lainnya. Ada rekor dunia total angkatan 365 kg dan rekor dunia junior di snatch dengan angkatan 157 kg.
Rizki menjadi lifter Indonesia pertama dalam sejarah yang mampu meraih medali emas Olimpiade setelah selama ini Eko Yuli Irawan hanya mampu meraih medali perunggu pada Olimpiade 2012 silam.
Kendati demikian, perjuangan Rizki untuk berjaya di Olimpade 2024 Paris tidak mudah. Ia sempat mengalami pasang surut dalam kariernya sebagai atlet. Rizki bahkan sempat menjalani operasi usus buntu.
Lifter berusia 21 tahun kelahiran Banten itu lalu harus beristirahat selama lima sampai enam bulan, hal mana yang membuat Rizki Juniansyah menerima kenyataan absen dari latihan.
Namun Rizki berhasil bangkit dengan keberhasilan meraih tiket Olimpiade 2024 setelah menjuarai Piala Dunia Angkat Besi atau IWF World Cup 2024 di Phuket, Thailand bulan April 2024 lalu. Ia meraih medali emas di kelas 73 kg seusai mencatatkan angkatan snatch 164 kg dan clean and jerk seberat 201 kg dengan total angkatan 365 kg.
"Alhamdulillah tidak menyangka bisa sesenang ini. Semua karena kuasa Allah," kata Rizki pada April 2024 lalu. "Perjuangan di latihan dan setelah operasi usus buntu tidak latihan lima bulan bisa fight di sini, pecah rekor," ujarnya setelah keberhasilan meraih emas tersebut melansir dari Kompas.com pagi ini.
Editor: Aspian Nur