Atlet berusia 27 tahun ini mengalahkan lawan-lawannya dan tampil mengesankan sejak perempat final. Atlet tuan rumah Bassa Mawem dari Prancis disingkirkannya dengan catatan waktu waktu 4.88.
Di semifinal, Veddriq mengalahkan wakil Iran Reza Ali Pour dengan catatan waktu 4.78 detik sampai akhirnya di final Veddriq menghadapi Wu Peng dari China dan berhasil menjadi yang tercepat pada venua panjat tebing setinggi 15 meter itu dengan catatan waktu 4,75 detik, berselisih dua angka dengan Wu Peng yang mencatatkan waktu 4.77 detik.
Medali perunggu diraih atlet Amerika Serikat Sam Watson dengan catatan waktu 4.74 detik setelah mengalahkan Reza Ali Pour pada perebutan tempat ketiga.
Tak pelak hasil ini disambut tangis haru pelatih Veddriq Hendra Basir yang tak menyangka anak asuhnya berhasil mengalahkan atlet nomor satu dunia Wu Peng pada cabang olahraga ini.
Keberhasilan Veddriq membuatnya ditunggu bonus sebsar Rp5,5 Miliar seperti yang dijanjikan pemerintah Indonesia bagi atlet peraih medali emas pada Olimpiade 2024 ini.
Veddriq merupakan juara Piala Dunia Panjang Tebing dalam tiga edisi berbeda, dari 2021 hingga 2023. Dirinya juga pemenang medali emas Asian Games 2018 dan medali perak di Asian Games 2022 di nomor speed relay.
Tentang Veddriq Leonardo:
Nama: Veddriq Leonardo
Tempat Lahir: Pontianak (Kalimantan Barat)
Tanggal Lahir: 11 Maret 1997
Cabang Olahraga: Panjat Tebing
Nomor: Men’s Speed
Prestasi 2023:
- Medali emas IFSC Climbing World Cup 2023 di Seoul, Korea Selatan 2021
- Medali emas IFSC Climbing World Cup Salt Lake City (USA) 2019
- Medali emas PRA-PON XX Zona 3 (Sulawesi Selatan) 2019
- Medali emas Asian Championship 2019 (Bogor) 2019
- Medali perak Asian Championship 2019 (Bogor) 2019
- Medali emas The Belt and Road ICMT Qinghai (China) 2018
- Medali perunggu IFSC World Cup Moscow (Rusia) 2017
- Medali perunggu Kejurnas FPTI XVI 2017 Yogyakarta 2016
- Medali perunggu Kejurnas Kelompok Umur 2016 Bangka
Editor: Aspian Nur