Bagaimana tidak, Felix Zwayer yang berusia 43 tahun pernah terkena larangan memimpin pertandingan selama enam bulan setelah diketahui menerima suap €300, setara dengan Rp6,3 Miliar, dari sesama wasit Robert Hoyzer dalam skandal yang terjadi tahun 2005 silam.
Zwayer terlibat dalam skandal yang berpusat pada bos lapis kedua Hoyzer, yang menerima suap untuk memperbaiki beberapa pertandingan dimana Bayern di-setting akan terus memenangi liga dengan Dortmund berada di kedudukan kedua. Penyerang Dortmund dan timnas Inggris Jude Bellingham yang saat itu berusia 18 tahun, mengecam Zwayer setelah peluit akhir dibunyikan saat timnya menghadapi Bayern.
“Anda bisa melihat banyak keputusan dalam pertandingan ini,” kata Bellingham dalam wawancara TV pasca pertandingan klubnya menghadapi Bayern kala itu. “Anda memberi wasit, yang sudah mengatur pertandingan sebelumnya, pada pertandingan terbesar di Jerman. Apa yang kamu harapkan?,” ujar Bellingham.
Atas kritikannya saat itu Bellingham kemudian didenda €40.000, setara dengan Rp840 Juta dan bahkan diselidiki oleh polisi Jerman, sementara Zwayer mengambil istirahat dua bulan dari memimpin.
Namun, Dortmund menegaskan mereka '100 persen' di belakang pemainnya. “Itu adalah situasi yang sangat emosional, dia sangat kecewa dan hanya menyebutkan fakta yang diketahui,” kata Direktur olahraga Michael Zorc
Namun terlepas dari masa lalunya yang kontroversial dan sejarahnya bersama Bellingham, Zwayer masih akan menjadi wasit pertandingan Inggris melawan Belanda, dengan pemenangnya akan menghadapi Spanyol atau Prancis di final awal pekan nanti.
Editor: Aspian Nur