Serbia berada di Grup C dan memulai turnamen dengan kekalahan 1-0 dari Inggris awal pekan tadi. Surbatovic yakin para fans di laga Albania kontra Kroasia tersebut dihukum menyusul keputusan UEFA dua hari lalu untuk membatalkan kredensial jurnalis Kosovo, Arlind Sadiku.
Sadiku melakukan gestur elang dengan dua tangan yang bersifat nasionalis kepada para pendukung Serbia selama pertandingan melawan Inggris. Gestur tersebut meniru lambang burung elang pada bendera nasional Albania, yang dapat mengobarkan ketegangan antara kaum nasionalis Serbia dan etnis Albania, yang merupakan mayoritas penduduk Kosovo. "Kami akan menuntut UEFA untuk menghukum federasi dari kedua tim," tambah Surbatovic. "Kami tidak ingin berpartisipasi dalam hal itu, tetapi jika Uefa tidak menghukum mereka, kami akan berpikir bagaimana kami akan melanjutkannya," paparnya.
Dalam sebuah pernyataan, FA Serbia mengatakan telah mengirim surat kepada sekretaris jenderal UEFA Theodore Theodoridis yang menyoroti chant berupa nyanyian bersama yang dianggap memalukan tersebut.
UEFA kemudian mengkonfirmasi proses disipliner telah dibuka terhadap FA Kroasia dan Albania untuk menyelidiki potensi tindakan rasis dan / atau diskriminatif oleh para pendukung selama pertandingan.
Mereka juga menyelidiki dugaan perilaku tidak pantas dari penyerang Albania Mirlind Daku yang terlihat berbicara kepada para pendukung melalui megafon setelah pertandingan.
Serbia sendiri didenda £12,250 setelah fans mereka melemparkan benda-benda selama pertandingan melawan Inggris. Serbia dan Albania juga didenda karena para penggemar dari kedua negara tersebut membentangkan spanduk peta nasionalis, di luar pertandingan pembuka mereka.
"Kami dihukum karena kasus-kasus yang terisolasi dan fans kami berperilaku jauh lebih baik daripada yang lain," kata Surbatovic. "Seorang penggemar dihukum karena penghinaan rasis dan kami tidak ingin hal itu dikaitkan dengan orang lain. Kami orang Serbia adalah orang yang sopan dan memiliki hati yang terbuka, jadi saya mengimbau para penggemar untuk tetap bersikap sopan," tegasnya.
Editor: Aspian Nur