Bagnaia memenangkan gelar di tahun 2022 dengan cara yang sulit saat ia membalikkan defisit 91 poin untuk mengakhiri paceklik gelar selama 15 tahun bagi Ducati, sementara tahun lalu ia harus bersaing dengan Jorge Martin saat pembalap Pramac Racing itu mendorongnya hingga akhir pekan terakhir.
Namun Ducati tidak berpuas diri dan tes pra-musim di Qatar menunjukkan motor GP 24 mereka akan menjadi motor yang harus dikalahkan saat Bagnaia melenyapkan rekor lap yang dibuat tahun lalu oleh rekan setimnya, Enea Bastianini, yang menjadi yang tercepat kedua dalam tes tersebut.
"Saya memperkirakan kami akan berada di bawah satu menit 51 detik, tapi di bawah itu di luar ekspektasi saya," kata Bagnaia, satu-satunya pembalap yang mencatat waktu di bawah 1:51 pada balapan di Losail.
"Kami telah menyempurnakan paket kami di setiap aspek. GP24 sudah menunjukkan performa yang menjanjikan sejak tes Valencia... Kami sangat siap untuk balapan pembuka musim ini," imbuhnya.
Sementara juara MotoGP enam kali Marc Marquez, bergabung dengan Gresini Racing setelah mengakhiri kerja sama selama 11 tahun dengan Honda setahun lebih awal ketika tim asal Jepang itu gagal mengejar motor Ducati yang merupakan kekuatan dominan di MotoGP selama dua musim terakhir.
Marquez memenangkan gelar terakhirnya pada 2019, tetapi kariernya menukik tajam setelah itu, dengan cedera pada balapan pembuka musim 2020 yang membuatnya harus absen sepanjang tahun.
Setelah mengamankan 18 podium yang luar biasa di musim terakhirnya meraih gelar, ia hanya enam kali finis di posisi tiga besar sejak saat itu.
Marquez juga beberapa kali mengalami kecelakaan dalam beberapa musim terakhir saat mencoba mengendarai motor Honda di luar batas kemampuannya, sementara lengannya telah menjalani empat kali operasi.
Sementara itu, Ducati - dengan paket aero yang lebih unggul, kecepatan tertinggi yang jauh lebih baik, dan pengereman yang lebih baik - telah melesat melewati para pembalap Honda, tak satu pun dari mereka yang berada di posisi 10 besar dalam klasemen pembalap.
Dengan Honda yang sudah jauh tertinggal, naik ke motor Ducati di tim satelit mereka adalah kesempatan terbaik bagi Marquez untuk kembali bersaing, terutama setelah melihat saudaranya, Alex, yang meningkat drastis setelah pindah ke Gresini.
Marc menghabiskan waktu di luar musim untuk membiasakan diri dengan motor Desmosedici GP23 dan harus menyesuaikan gaya membalapnya, tetapi pembalap Spanyol itu terlihat berbeda di atas Ducati.
Ia menunjukkan bisa menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan setelah finis tercepat keempat dalam tes pramusim di Qatar, di mana musim akan dimulai akhir pekan ini.
"Saya langsung merasa lebih nyaman dengan motornya, saya bisa mulai menggunakan tubuh saya lebih banyak dan itu sudah merupakan peningkatan," katanya.
"Naluri saya masih tertuju pada jenis motor yang lain, tapi kami sedang memperbaiki bagian itu dan mengubah gaya berkendara saya... Kami telah meningkatkan kecepatan kami dalam jangka panjang, kami mencoba banyak hal dan mendorong hingga batasnya," tutup Marc.
Editor: Aspian Nur