Sejatinya pertarungan antara Fury yang saat ini berusia 35 tahun, menghadapi petinju Ukraina Usyk berlangsung pada 17 Februari 2023 lalu, namun Fury mengundurkan diri setelah mengalami cedera saat berlatih. Petinju asal Inggris ini adalah juara WBC sementara Usyk yang berusia 37 tahun memegang gelar WBA, WBO dan IBF.
Pertarungan mereka di Arab Saudi akan menobatkan juara kelas berat pertama yang tak terbantahkan di era empat gelar. Usyk berharap Fury cepat sembuh dan mengatakan dirinya siap untuk bertarung untuk gelar tak terbantahkan kapan saja, di mana saja.
Usyk sebenarnya sudah melakukan pembicaraan untuk bertarung melawan petinju Kroasia Filip Hrgovic, sebagai pengganti Fury bulan ini.
Hrgovic adalah penantang wajib untuk sabuk IBF Usyk dan ada kekhawatiran ia dapat dicopot dari gelar tersebut jika Fury absen selama beberapa bulan.
Namun dalam waktu 24 jam, pihak penyelenggara Arab Saudi dan Team Fury bergerak cepat untuk mengamankan tanggal baru untuk pertarungan yang tak terbantahkan ini.
Berbicara di acara MMA Hour, Fury menyindir manajer Usyk, Egis Klimas, yang mempertanyakan keabsahan cederanya. "Egis, jangan pernah menyebut saya pengecut lagi," tegas Fury melansir dari bbc.com Minggu (4/2/2024) pagi ini. "Saya tidak pernah mundur dari siapa pun dalam hidup saya," imbuhnya.
Luka di atas mata kanan Fury membutuhkan perhatian medis segera dan "jahitan yang signifikan". Ini adalah ketiga kalinya sejak 2023, tanggal pertarungan antara Usyk dan Fury dijadwalkan ulang.
Penyelenggara acara Turki Alalashikh, ketua otoritas hiburan umum Arab Saudi mengatakan jika Usyk atau Fury mengundurkan diri dari tanggal yang baru, mereka akan kehilangan £9,3 juta untuk petarung lainnya.
Arab Saudi telah menjadi pusat tinju dunia, namun telah memicu sorotan karena catatan hak asasi manusia yang buruk di negara ini dimana 81 orang dieksekusi dalam satu hari di tahun 2022 atas dugaan pelanggaran hak-hak perempuan, kriminalisasi homoseksualitas, pembatasan kebebasan berbicara, dan perang di Yaman.
Editor: Aspian Nur