Hasil ini membuat Barcelona berada di posisi ketiga, tiga poin di belakang pemuncak klasemen Real Madrid dan satu poin di belakang tim peringkat kedua Girona menjelang jeda internasional.
Hebatnya, tim asuhan Xavi tertinggal setelah hanya 17 detik ketika Granada memenangkan penguasaan bola setelah kick-off dan Bryan Zaragoza melepaskan tendangan yang melewati Marc-Andre ter Stegen.
Saat tim tamu mendominasi untuk mencari jawaban, Zaragoza menggandakan keunggulan melalui gol tunggal yang luar biasa di menit ke-29.
Gol sundulan Yamal yang memanfaatkan umpan dari Joao Felix sebelum turun minum mengubah jalannya pertandingan, tetapi Roberto baru dapat menyamakan kedudukan pada menit ke-85, dengan memanfaatkan umpan dari Alejandro Balde.
Felix sendiri yakin ia telah mencetak gol kemenangan yang dramatis di menit-menit akhir, namun golnya dianulir karena offside terhadap Ferran Torres.
Khusus untuk Lamine Yamal, pemain berusia 16 tahun dan 87 hari itu jadi focus utama di laga ini. Tahun ini merupakan tahun yang luar biasa bagi Yamal.
Pada usia 15 tahun dan 290 hari, pemain sayap ini menjadi pemain termuda Barcelona sebagai pemain pengganti saat melawan Real Betis pada bulan April.
Ia kemudian menjadi pemain termuda dan pencetak gol untuk tim nasional Spanyol dalam kemenangan 7-1 di kualifikasi Euro 2024 melawan Georgia pada bulan September. Dan dini hari tadi, saat melawan Granada, ia menambahkan gelar pencetak gol termuda di La Liga ke dalam daftar prestasinya pada tahun 2023.
Yamal telah tampil dalam sembilan pertandingan liga Barcelona musim ini - tampil sebagai starter dalam lima laga, termasuk dua laga terakhir.
Produk asli akademi Barcelone itu memiliki ayah dari Maroko dan ibu dari Guinea Khatulistiwa, lahir pada 13 Juli 2007 dan telah bergabung dengan Barca sejak berusia lima tahun.
Sebagai pemain termuda yang pernah dipanggil ke dalam skuad senior Spanyol, ia tampil sebagai starter saat menghadapi Siprus setelah mencetak gol ke gawang Georgia dan kembali masuk dalam skuad untuk pertandingan internasional bulan Oktober melawan Skotlandia dan Norwegia.
Editor: Aspian Nur