Sementara Whyte yang saat ini berusia 36 tahun, kalah dalam satu-satunya perebutan gelar juara dunia dari Tyson Fury pada tahun 2022. "Saya telah menjelaskan rencana saya untuk aktif tahun ini," kata Joshua dilansir dari bbc.com Jumat (7/7/2023) hari ini.
"Tanggal 12 Agustus adalah tanggalnya - saya siap bertarung. Saya tidak sabar untuk menangani bisnis ini," tegasnya.
Whyte mengalahkan Joshua melalui keputusan juri pada tahun 2009, yang menjadi dasar persaingan sengit mereka. Joshua berhasil membalas dendam saat keduanya bertemu kembali sebagai petinju profesional pada Desember 2015.
Joshua sempat terguncang pada ronde kedua, namun mampu bangkit dan memaksakan penghentian pada ronde ketujuh. "Saya tidak sabar untuk kembali ke London O2 pada 12 Agustus dan bertarung," kata Whyte. "Kedudukannya 1-1, jadi ini adalah penentu," tegasnya.
Joshua sebelumnya mengalahkan Jermaine Franklin dari Amerika Serikat melalui poin pada bulan April, kemenangan pertamanya dalam lebih dari dua tahun, setelah kalah beruntun dari juara dunia WBA (Super), IBF dan WBO, Oleksandr Usyk.
Petinju asal London itu yang telah memenangkan 25 pertarungan dan tiga kali kalah, menjadi petinju profesional setelah memenangkan medali emas di London 2012. Dia memenangkan gelar juara dunia pada pertarungan ke-16, tetapi mengalami kekalahan profesional pertamanya dalam kekalahan mengejutkan dari Andy Ruiz Jr di Madison Square Garden pada Juni 2019, sebelum merebut kembali gelar juara dunia melalui kemenangan angka dalam pertandingan ulang enam bulan kemudian.
Joshua diperkirakan akan menghadapi mantan juara dunia asal Amerika Serikat Deontay Wilder pada bulan Desember 2023 di Arab Saudi dengan kesepakatan yang dilaporkan hampir tercapai.
Joshua sangat menginginkan pertarungan kedua di bawah asuhan pelatih Derrick James sebelum menghadapi petinju Wilder.
Setelah berminggu-minggu bernegosiasi dan Joshua serta promotor Eddie Hearn menerima permintaan Whyte untuk menghapus klausul pertarungan ulang, pertarungan telah disepakati. "Saya tidak percaya pertarungan ini bisa terjadi dan sama sekali tidak ada yang bisa menghentikan kedunya," kata Hearn. "Rivalitas mereka sangat dalam dan ada sesuatu tentang mereka berdua yang membuat mereka tidak akan pernah mundur satu sama lain. Ini adalah laga yang harus dimenangkan oleh keduanya. Bersiaplah untuk menyaksikan aksi keras," tegas Hearn lagi
Whyte belum pernah berlaga lagi sejak ia mengalahkan Franklin, juga melalui poin, pada bulan November 2022. The Bodysnatcher, julukan Whyte, memenangkan 29 laga dan tiga kali kalah sejak menjadi atlet profesional pada tahun 2011.
Editor: Aspian Nur