Setelah Verstappen, posisi sementara klasemen selanjutnya diisi oleh Sergio Perez (148 poin), Fernando Alonso (129), Lewis Hamilton (108) dan Carlos Sainz jr (86).
Di belakang Verstappen pada balapan tersebut ada pebalap asal Monaco Charles Leclerc yang menempati posisi kedua usai mencatatkan 1:25:38: serta meraup 18 poin. Posisi ketiga, ditempati oleh rekan setim Verstappen dari tim Red Bull, Sergio Perez yang mencatatkan waktu 1:25:50 dan mengamankan 15 poin.
Hasil balapan ini juga membuat tim Red Bull mendominasi klasemen sementara dengan raihan 337 poin hasil 9 kemenangan dan 14 kali naik podium. Selanjutnya disusul oleh Mercedes, Aston Martin, Ferrari dan Alpine.
Bendera hitam-putih dan penalti yang diberikan karena melampaui batas lintasan mewarnai lomba. Banyak sekali pembalap yang terkena penalti, termasuk Lewis Hamilton. Juara dunia tujuh kali ini dijatuhi penalti lima detik di lap ke-17. Saat itu ia baru saja mengeluhkan mobil Mercedes-nya: "Mobil ini sangat lambat.
Dan ketika diberitahu tentang penalti tersebut, ia menambahkan: “Saya tidak bisa mempertahankannya di jalan. Mobil ini tidak mau berbelok,” ungkapnya.
Bos tim Toto Wolff memberitahu Hamilton agar tenang. “Mereka semua akan mendapat penalti di depan Anda. Teruskan saja,” ujar Toto via radio.
Yuki Tsunoda dari AlphaTauri adalah pembalap yang paling terpukul hari itu - dijatuhi hukuman 10 detik sebagai tambahan dari hukuman lima detik karena melampaui batas lintasan.
Pembalap lain yang mendapat penalti lima detik adalah Sainz yang berada di urutan keempat, Pierre Gasly dari Alpine, dan pasangan Williams, Alex Albon dan Logan Sargeant.
Hamilton finish diurutan ketujuh, setelah start dari urutan kelima.
Max Verstappen menolak bermimpi untuk melengkapi hattrick gelar juara dunia setelah ia kembali menunjukkan performa yang luar biasa untuk memenangkan Grand Prix Austria ini.
"Saya belum mau memikirkan hal itu. Saya menikmati momen ini, mengemudi dengan mobil ini dan bekerja dengan tim ini. Saya sangat senang untuk akhir pekan ini dan kami akan mengalihkan fokus ke balapan berikutnya di Silverstone," ujar Verstappen.
Sehari setelah meraih kemenangan di balapan sprint, Verstappen merayakan kemenangan kelimanya secara beruntun dan kemenangan ke-42 dalam kariernya untuk mengungguli Ayrton Senna.
Ini mengakhiri rekor luar biasa Verstappen yang mencatatkan 249 lap berturut-turut di puncak klasemen - rekor yang dimulai sejak Grand Prix Miami pada 8 Mei - namun, pembalap asal Belanda itu hanya membutuhkan 11 lap sebelum kembali memimpin.
"Sangat penting untuk tetap berada di depan Charles di lap pertama dan setelah itu kami bisa melakukan balapan kami sendiri," tambah Verstappen. "Kami memilih untuk tidak menggunakan VSC dan mengikuti strategi normal kami dan itu berjalan dengan sangat baik. Saya tahu saya akan mendapatkannya kembali pada akhirnya dan mengikuti rencana kami sendiri adalah cara terbaik untuk maju. Melihat semua warna oranye di tribun penonton dan suar di akhir pertandingan sungguh luar biasa," sebutnya.
Verstappen telah memenangkan 16 dari 20 balapan terakhir di F1, dengan Red Bull belum terkalahkan musim ini dalam upaya mereka untuk menjadi tim pertama yang tak terkalahkan di F1.
Editor: Aspian Nur