Hal itu sebenarnya masih lebih baik kalau dibandingkan dengan apa yang dialami fans Liverpool pada final di stadion yang sama tahun lalu karena dikurung dan dilempari gas air mata sebelum final dimana Real Madrid menang 1-0 atas The Reds dan UEFA sudah menyampaikan permintaan maaf terkait hal itu.
Presiden UEFA Aleksander Ceferin mengakui tidak semuanya berjalan sempurna setelah mengetahui adanya kritik terkait final musim 2022/2023.
Otoritas sepak bola Eropa sebelumnya tidak pernah membahas masalah yang dialami oleh para pendukung di Istanbul. Namun pada pembukaan European Football Fans Congress atau Kongres Fans Sepak Bola Eropa selama empat hari di Manchester, Inggris, Ceferin mengakui ada masalah yang muncul di Turki yang perlu ditangani. "Mengingat apa yang beberapa dari fans alami baru-baru ini, saya mengerti jika saya mendapat sambutan dingin malam ini," kata Ceferin dalam kongres itu.
"Kami sangat menyadari di Istanbul tidak semuanya sempurna. Saya tentu saja tidak mengecilkan masalah yang dihadapi oleh beberapa orang. Tapi mari terus bekerja sama untuk meningkatkan apa yang bisa kita tingkatkan,” paparnya.
"Saya berpikir khususnya tentang jaringan transportasi dari dan ke stadion, tempat tinggal para suporter di stadion dan akses air dan toilet untuk semua orang," ungkap Ceferin.
Football Supporters Europe sebelumnya sudah mengumpulkan akun-akun suporter dari Istanbul untuk memberikan laporan kepada UEFA.
Ceferin mengatakan final lainnya di pertandingan putra dan putri telah berlalu tanpa masalah yang berarti.
Pertandingan pada tahun 2024 - ketika Wembley akan menjadi tuan rumah final Liga Champions dan Jerman menjadi tuan rumah Kejuaraan Eropa - akan menjadi pengalaman unik bagi para penggemar.
Ceferin menggunakan pidato pembukaannya di Museum Sepak Bola Nasional untuk memuji para penggemar yang telah memprotes rencana penyelenggaraan Liga Super Eropa pada tahun 2022, dengan mengatakan: "Anda adalah kapten dan memimpin tim dalam pertandingan terbesar dalam hidup kita."
Namun, kenangan akan adegan-adegan kacau di Paris masih membekas seperti halnya upaya awal Uefa dan pihak berwenang Prancis untuk menyalahkan para suporter atas kejadian di luar Stade de France.
"Saya datang ke sini untuk meminta maaf," kata Ceferin. "Kami ingin sekali menghapus kejadian yang terjadi tahun lalu dari ingatan kami.
"Tahun lalu semua orang menyambut baik keputusan kami untuk memindahkan final dari St Petersburg ke Paris dan pada akhirnya kita semua tahu apa yang terjadi. Niat baik seringkali tidak cukup. Kami tahu itu dan kami minta maaf untuk itu," ucap Ceferin
Wasit Premier League Anthony Taylor juga dilecehkan secara verbal di sebuah bandara di Budapest bulan lalu setelah final Liga Europa, yang membuat Ceferin berbicara tentang perilaku fans.
"Mari hilangkan kebencian terhadap para ofisial sepak bola, para wasit, staf UEFA, federasi dan liga. Mereka adalah penggemar, mencintai sepak bola dan mereka memiliki keluarga bahkan mereka juga membuat kesalahan seperti kita,” paparnya.
Editor: Aspian Nur