Sebelumnya sebuah jersey yang dikenakan Jordan pada final NBA 1998 terjual pada tahun 2022 dengan harga $10,1 juta (Rp148,5 Miliar).
Penjualan terbaru ini mengukuhkan posisi Jordan sebagai atlet paling berharga dalam lelang memorabilia olahraga. "Hasil pemecahan rekor hari ini semakin membuktikan permintaan untuk memorabilia olahraga Michael Jordan terus mengungguli dan melampaui semua ekspektasi," kata Brahm Wachter, Kepala Streetwear dan Koleksi Modern Sotheby's, dilansir dari bbc.com Rabu (12/4/2023) hari ini.
Rekor sebelumnya untuk sepatu Jordan adalah $1,47 juta (Rp14,8 MiliaR) untuk sepasang sepatu Nike Air Ships yang dilelang pada tahun 2021.
Air Jordan XIII yang terjual tersebut dikenakan Michael Jordan selama musim kejuaraan terakhirnya bersama Chicago Bulls pada tahun 1997-98.
Jordan mengenakan sepatu ukuran 13 (ukuran 45 Indonesia) itu saat ia mencetak 37 poin di Game 2 seri Final NBA 1998, membawa Bulls meraih kemenangan 93-88 atas Utah Jazz.
Bulls kemudian memenangkan kejuaraan, sebuah kisah yang diceritakan dalam seri dokumenter 2020 Last Dance tentang musim terakhir sang mega bintang bersama tim.
Itu adalah gelar juara NBA keenam bagi Jordan dan kelima kalinya ia dinobatkan sebagai Pemain Paling Berharga NBA.
Tepat setelah kemenangan di Game 2, Jordan memberikan sepatu tersebut kepada seorang ball boy di ruang ganti sebagai ucapan terima kasih karena telah menemukan jaketnya yang hilang, demikian ungkap balai lelang Sotheby's.
Air Jordan Bred, kependekan dari "Black and Red (hitam dan merah), adalah satu-satunya sepatu kets lengkap yang dikenakan Jordan dalam pertandingan Final NBA yang telah diotentikasi, kata Sotheby's.
Jordan mengenakan sepatu Air Jordan pertama pada tahun 1984 selama musim rookie-nya bersama Chicago Bulls. Air Jordan I mulai tersedia untuk masyarakat umum pada tahun berikutnya. Hingga saat ini, lebih dari 30 model Air Jordan yang berbeda telah dibuat.
Jordan memenangkan total enam kejuaraan NBA Finals, dua medali emas Olimpiade dan berbagai penghargaan lainnya. Dia secara luas dianggap sebagai satu diantara atlet terhebat sepanjang masa.
Editor: Aspian Nur