Osimhen yang berusia 24 tahun yang juga mencetak gol dalam kemenangan 2-0 atas Eintracht di Jerman, mencetak gol melalui sundulan di babak kedua.
Osimhen sudah mengemas 23 gol dalam 28 pertandingan di semua kompetisi musim ini dengan gol tap-in setelah kombinasi empat operan cepat Napoli pada menit ke-53 sebelum Piotr Zielinski mengonversi tendangan penalti untuk mengamankan kemenangan agregat 5-0.
Napoli merupakan tim Italia ketiga yang berhasil melaju ke babak perempat final setelah Inter dan AC Milan.
"Itu tidak mudah, tetapi kami berhasil mencapai tujuan bersejarah bagi Napoli," ujar pelatih Luciano Spalletti. "Saya harap kami menikmatinya sekarang bersama seluruh tim dan bersama para penggemar. Pada awalnya kami tidak memiliki banyak kualitas, tetapi kami bermain dengan baik dan tidak kebobolan," sebutnya.
"Osimhen adalah pesepakbola yang sangat kuat. Ia mampu memotong di belakang para pemain bertahan, dan sekarang ia juga bermain lebih banyak dengan tim, dan kami senang," ungkap Spalletti.
Sebelum pertandingan perkelahian terjadi di kota Italia saat para penggemar membakar mobil polisi dan melempari bus dan polisi dengan batu.
Pihak berwenang Italia telah melarang para penggemar Jerman untuk menghadiri pertandingan di tengah kekhawatiran akan kemungkinan terjadinya kekerasan, tetapi beberapa pendukung Eintracht tetap melakukan perjalanan ke Italia. Beruntung pertandingan berlangsung aman.
"Kami berhasil mengimbangi mereka di beberapa bagian pertandingan," kata kapten Frankfurt, Sebastian Rode. "Namun kami kehilangan penguasaan bola sebelum terjadinya gol dan hal itu menghancurkan kami. Kami juga kurang tajam di sepertiga akhir lapangan," imbuhnya.
Selain AC Milan dan Inter Milan, Napoli bergabung dengan Bayern Munich, Manchester City, Real Madrid, Chelsea dan Benfica di babak perempat final.
Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Napoli mencapai tahap. Manajer Manchester City Pep Guardiola pekan ini mengklaim saat ini Napoli merupakan tim terbaik di Eropa - sebuah penilaian yang tidak terlalu diperhatikan oleh Luciano Spalletti. “Saya tidak merasa bangga, saya tidak merasakan apapun,” ujarnya setelah kemenangan ini.
Editor: Aspian Nur