Pemain asal Brasil itu terlihat menerjang bola liar dengan mengangkat kaki kanannya, menerjang kaki Alcaraz dibagian depan tulang keringnya.
Anthony Taylor sempat memberikan kartu kuning, tetapi meninjau ulang tekel tersebut pada monitor VAR di pinggir lapangan dan kemudian mengubah keputusannya. Saat melihat kartu merah, Casemiro menundukkan kepalanya dan harus dihibur oleh rekan-rekan setimnya, termasuk rekan senegaranya, Antony.
Dia berjalan sedih karena ini jadi kartu merah kedua kalinya dalam kurun waktu kurang dari satu bulan setelah dia juga diusir keluar saat United menang 2-1 atas Crystal Palace pada bulan Februari.
Kartu merah tersebut berarti sang gelandang akan dilarang bermain dalam empat pertandingan yang berarti ia akan absen dalam pertandingan liga melawan Newcastle, Everton dan Brentford ditambah pertandingan perempat final Piala FA pekan depan melawan Fulham.
Pemain berusia 31 tahun itu sejatinya mengawali kebersamaan dengan United dengan pujian dari banyak orang, karena selain kokoh bertahan juga produktiv mencetak gol. Kartu merah yang diterima Casemiro merupakan kemunduran yang signifikan karena dirinya tidak pernah menerima kartu merah langsung sebelum bergabung dengan Manchester United. Casemiro kini memiliki jumlah kartu merah yang sama banyaknya di Premier League dengan yang ia dapatkan selama bermain di LaLiga.
Pelatih United Erik Ten Hag berbicara mengenai kartu kuning Casemiro itu. "Inkonsistensi wasit dan para pemain tidak lagi tahu bagaimana kebijakan mereka. Casemiro adalah pemain yg sangat fair, dia keras tapi fair. 500 laga dia lalui saat bermain di Eropa tanpa kartu merah sebelumnya," ungkap Ten Hag.
“Sekarang ia memiliki dua kartu merah di Liga Inggris. Ketidakhadirannya bukan masalah. Kami akan menghadapinya. Laga ini jelas dipengaruhi oleh wasit," tegas Ten Hag.
Hasil imbang membuat Red Devils tetap berada di peringkat ketiga, namun kini tertinggal 16 poin dari pemuncak klasemen Arsenal dan terpaut 11 poin dari tetangganya, Manchester City.
Editor: Aspian Nur