Keluarga Mechaal berada di rumah mereka di Antakya, satu diantara kota yang hancur akibat gempa bumi 6 Februari lalu yang menewaskan lebih dari 50 ribu orang di Turki dan Suriah.
Untungnya, anggota keluarga dekat sang atlet yang meskipun terluka parah dan harus tidur di jalanan namun selamat. "Saya mengenal 50 orang di sekitar saya yang telah meninggal dunia," ungkap atlet berusia 27 tahun ini. "Teman-teman terbaik saya, tetangga terbaik saya, sepupu terbaik saya. Saudara-saudara dan ibu dari pelatih saya. Banyak orang lain, kami masih belum mendapat kabar. Kami tidak tahu apakah mereka telah meninggal atau berada di rumah sakit. Kami tidak tahu apa-apa tentang mereka,” ungkapnya.
Mechaal menceritakan kisah tragis ini dengan fasih dan dalam bahasa Inggris hanya beberapa saat setelah berlari di nomor 3.000 meter Kejuaraan Atletik Indoor Eropa di Istanbul, Turki Kamis (2/3/2023) malam kemarin waktu setempat.
Di tribun penonton di Atakoy Arena, ayah, saudara laki-laki, tiga keponakannya dan orang-orang yang ia kenal yang selamat dari bencana tersebut, menyemangati dan mengibarkan bendera Turki.
Bagi Mechaal, hasil lomba pada pembukaan ajang itu tidak relevan. Berada di garis start saja sudah merupakan medali emas baginya setelah semua kesedihan yang dialaminya beberapa hari belakangan ini.
Namun guru pendidikan khusus ini berlari dengan performa terbaiknya musim ini, lolos ke final sebagai pelari tercepat setelah menempati urutan ketujuh dalam heat-nya.
"Saya tidak fokus selama tiga minggu terakhir, tapi saya katakan saya harus tetap berada di jalur saya dan menunjukkan kepada orang-orang kita bisa bersama," aku Mechaal, yang mengenakan pita hitam di rompinya.
"Saya tidak 100 persen yakin dengan kondisi saya, tetapi saya mendengar orang-orang memanggil nama saya dan itu memberi saya lebih banyak kekuatan. Saya melihat ayah dan saudara laki-laki saya berdiri untuk saya meskipun kaki mereka patah,” paparnya.
'Bagi saya, itu adalah momen paling membahagiakan di dunia karena saya hampir kehilangan mereka. Mereka bersama tetangga saya dan tidur selama lima hari di jalanan di tengah hujan. Saya merasa bangga karena mereka sangat bahagia. Tidak ada lagi yang bisa dikatakan. Saya sudah terlalu banyak menangis. Tetapi saya ada di sini dan saya akan pergi ke final,” tegasnya.
Kisah inspiratif Mechaal membuktikan mengapa keputusan yang tepat untuk menyelenggarakan acara ini di Istanbul, yang berjarak sekitar 500 mil dari lokasi gempa.
"Ada perdebatan mengenai apakah mereka harus mengadakan kejuaraan ini, tapi saya melihatnya sebagai cara untuk menyatukan orang-orang dan membawa hal yang positif," ujar bintang Inggris Keely Hodgkinson, yang memenangkan nomor lari 800 meter.
"Kami telah berbicara dengan beberapa penduduk setempat dan mereka mengatakan bahwa kejadian ini sangat mengejutkan banyak orang di seluruh Turki. Ini adalah hal yang tragis yang telah terjadi, namun semoga kejuaraan ini dapat memberikan sedikit cahaya di saat yang gelap ini,” sebutnya.
Di dalam Atakoy Arena, terdapat sebuah spanduk yang bertuliskan “Kita semua terguncang, tempat tidak menjadi masalah. Rasa sakit kami sama besarnya dengan kekuatannya. Duka kami begitu dalam”.
Dan suasana muram itu tercermin dalam upacara pembukaan yang berlangsung sederhana, dengan Atletik Eropa yang memutuskan untuk membatasi semua acara perayaan yang biasa mereka lakukan.
Mereka juga menyumbangkan uang dari setiap tiket yang terjual untuk dana bantuan gempa bumi dan mengheningkan cipta selama satu menit sebelum pertandingan dimulai.
“Kami sangat terpukul,” kata Menteri Olahraga Turki, Mehmet Kasapoğlu dalam pidato pembukaannya. “Bersama-sama, kita akan mengatasi bencana yang kita alami ini dengan persatuan dan solidaritas yang kuat,” tegasnya.
Dan tidak ada yang menunjukkan solidaritas tersebut selain Mechaal, yang kini memiliki kesempatan untuk membuat orang Turki tersenyum lagi. "Saya mencintai negara saya dan saya mencintai orang-orang Turki," tambahnya. "Penting bagi mereka untuk melihat bendera mereka di final. Itu akan membuat mereka bahagia. Saya merasa sangat sedih, namun saya berada di sini untuk mereka dan saya berdiri untuk mereka,” pungkas Mechaal.
Editor: Aspian Nur