Messi, pemenang tujuh Ballon d'Or, mengklaim gelar The Best keduanya dan yang pertama sejak 2019 setelah mengungguli rekan setimnya di PSG dan lawannya di final Piala Dunia, Kylian Mbappe.
Pemain berusia 35 tahun ini tampil sensasional saat ia menjadi actor kemenangan Tim Tango di Piala Dunia 2022, mencetak tujuh gol dan menjadi pemain pertama yang mencetak gol di setiap pertandingan di ajang tersebut.
Messi yang emosional mengakui penghargaan pribadi tersebut melengkapi tahun yang luar biasa bagi dirinya dan rekan-rekan di klub dan negaranya.
“Wow, ini luar biasa. Ini merupakan tahun yang luar biasa dan merupakan sebuah kehormatan bagi saya untuk berada disini dan memenangkan penghargaan ini,” kata Messi usai menerima trofi dilansir dari laman thesun.co.uk pagi ini.
“Tanpa teman setim saya, saya tidak akan berada di sini. Saya meraih mimpi yang telah lama saya harapkan. Sangat sedikit orang yang bisa meraihnya dan saya beruntung bisa melakukannya,” imbuhnya.
Sementara rekan setim Messi di tim nasional dan penjaga gawang Aston Villa Emiliano Martinez meraih penghargaan kiper terbaik FIFA dan dinobatkan sebagai yang terbaik di dunia.
Penampilannya yang luar biasa pada ajang empat tahunan membuatnya berhasil membawa Argentina menang adu penalti atas Belanda dalam pertandingan perempatfinal, sebelum aksi-aksi luar biasanya membuatnya kembali berhasil menggagalkan eksekusi penalti Perancis di final.
Martinez mengalahkan kipper Maroko Yassine Bounou dan Thibaut Courtois dari Belgia untuk meraih penghargaan ini, dan berterima kasih atas usaha orangtuanya yang telah membantunya mencapai puncak.
Messi yang tersenyum menyaksikan dengan penuh haru saat Martinez naik ke atas panggung untuk mengambil penghargaan pribadinya, yang merupakan kelanjutan dari penghargaan Sarung Tangan Emas di Piala Dunia.
"Mereka selalu bertanya kepada saya siapa idola saya atau siapa yang saya tonton ketika saya masih kecil... Menyaksikan ibu saya membersihkan gedung selama delapan atau sembilan jam dan menyaksikan ayah saya bekerja. Mereka adalah idola saya," ungkap Martinez.
Penghargaan pemain terbaik wanita dimenangkan oleh Alexia Putellas, yang juga menjadi wanita pertama yang berhasil meraih gelar kedua kalinya secara beruntun dalam ajang ini.
Putellas merupakan pemain bintang bersama Barcelona dan Spanyol, mencetak 34 gol di semua kompetisi di level klub pada musim lalu sebelum mendapat pengakuan dari para pemilih di seluruh dunia dalam acara penghargaan global tersebut.
Ada pahlawan nasional lain yang terlibat dalam penghargaan penjaga gawang wanita yang membuat Mary Earps dari Inggris mendapat gelar terbaik atas penampilannya yang memukau bersama the Lionesses dan Manchester United.
Earps memiliki pengaruh besar dalam perjalanan negaranya untuk memenangkan kejuaraan Eropa tahun lalu dan mengatakan kesuksesannya menunjukkan kepada orang lain jalan ke depan.
"Saya hanya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada orang-orang terkasih yang telah menjemput saya dari lantai dapur untuk berada di sini hari ini, tidak secara khusus malam ini tetapi beberapa tahun yang lalu," kata Earps.
Pelatih tim nasional Inggris Earps Sarina Wiegman, juga meraih trofi sebagai pelatih terbaik, mengalahkan pelatih Lyon Sonia Bompastor dan pelatih Brasil Pia Sundhage, yang dinobatkan sebagai Pelatih Wanita Terbaik.
Trio gelar Argentina dilengkapi dengan Lionel Scaloni yang diakui sebagai pelatih pria terbaik saat ia memuncaki jajak pendapat di depan Pep Guardiola dari Manchester City dan pelatih Real Madrid yang memenangkan Liga Champions, Carlo Ancelotti.
Scaloni merupakan pilihan yang kurang disukai untuk mengambil alih posisi pelatih kepala Argentina sebelum kompetisi di Qatar karena kurangnya pengalaman dalam menangani para superstar, namun upayanya berhasil menghadiahi negara ini dengan Piala Dunia pertama mereka sejak 1986.
Penghargaan FIFA Puskas untuk gol terindah tahun lalu menghasilkan momen yang mengharukan saat pemain yang diamputasi Marcin Oleksy membawa pulang piala tersebut setelah tendangan salto yang brilian.
Oleksy mengalahkan sebelas pesaing lainnya, termasuk mantan penyerang West Ham Dimitri Payet saat tendangan akrobatiknya dengan menggunakan kruk untuk tim asal Polandia Warta Poznan memberinya trofi Puskas yang terkenal.
Liga Premier terwakili dengan baik pada acara penghargaan ini karena lima bintang liga utama Inggris juga masuk dalam tim terbaik FIFPRO putra.
Kevin de Bruyne, Joao Cancelo, dan Erling Haaland dari Manchester City semuanya terlibat dalam tim biru Manchester, sementara bek Manchester United Casemiro terselip diantara mereka sebagai pemain terbaik.
Pemain bertahan Liverpool, Virgil van Dijk, sangat berpengaruh dalam membantu tim asuhan Jurgen Klopp meraih gelar Piala Liga dan Piala FA musim lalu dan masuk ke dalam sebelas pemain terbaik pilihan FIFA.
FIFA'S 'THE BEST' AWARDS 2023
Pemain Terbaik Pria: Lionel Messi (PSG and Argentina)
Pemain Terbaik Wanita : Alexia Putellas (Barcelona and Spain)
Pelatih Terbaik Pria: Lionel Scaloni (Argentina)
Pelatih Terbaik Wanita: Sarina Wiegman (England)
Kiper Terbaik Pria: Emiliano Martine (Aston Villa and Argentina)
Kiper Terbaik Wanita: Mary Earps (Man Utd and England)
Puskas Award: Marcin Oleksy (WARTA POZNAN v Stal Rzeszow)
Fans award: Argentina fans
Pemain Paling Fair Play: Luka Lochoshvili (Wolfsburg)
Tim Terbaik Putra 2023 versi FIFPRO:
KIPER: Thibaut Courtois (Real Madrid and Belgium)
BEK: Achraf Hakimi (PSG and Morocco) Joao Cancelo (Bayern Munich/Man City and Portugal) Virgil van Dijk (Liverpool and Holland)
GELANDANG: Kevin De Bruyne (Manchester City and Belgium), Luca Modric (Real Madrid and Croatia) Casemiro (Manchester United and Brazil)
PENYERANG: Lionel Messi (PSG and Argentina), Kylian Mbappe (PSG and France), Karim Benzema (Real Madrid) Erling Haaland (Manchester City and Norway)
Tim Terbaik Putri 2023 versi FIFPRO:
KIPER: Christiane Endler (Chile and Lyon)
BEK: Lucy Bronze, Mapi Leon, Leah Williamson, Wendie Renard
GELANDANG: Alexia Putellas, Lena Oberdorf, Alex Morgan
PENYERANG: Sam Kerr, Beth Mead
Editor: Aspian Nur