Fans basket dari penjuru dunia tak merasa rugi membayar tiket pertandingan yang tak murah, $100.000 per tiket atau setara dengan Rp1,5 juta lebih, karena ikut menjadi saksi sejarah dalam pertandingan ini kendati laga dimenangkan OKC dengan skor 130-133 yang sempat dihentikan sesaat untuk menghormati momen torehan sejarah dari James.
James memperlihatkan permainan yang luar biasa untuk memastikan rekor disaksikan Kareem Abdul-Jabbar dari pinggir lapangan. James memasuki pertandingan melawan OKC dengan membutuhkan 36 poin untuk menyalip rekor 38.387 poin yang dibuat oleh Abdul-Jabbar pada tahun 1989.
The King mengklaim rekor 38,388 poin dengan 10,9 detik tersisa di kuarter ketiga dengan dunk yang khas saat skor 97-104. Ia menyelesaikan pertandingan dengan 38 poin, tujuh rebound dan tiga assist.
Setelah tembakan yang memecahkan rekor tersebut, James berjalan dengan tangan terangkat tinggi ke udara sebelum ia dikerumuni oleh rekan-rekan setimnya dan juga kedua putranya, Bronny dan Bryce serta sang istri Savannah.
Komisioner NBA Adam Silver mengambil mikrofon untuk memberikan penghormatan kepada James bersama Abdul-Jabbar, yang memberikan bola basket seremonial kepada pemain 38 tahun itu.
Sebelum laga, James sudah mencetak rata-rata 30 poin dan para olahragawan, selebriti, perusahaan dan jutaan orang memberikan penghormatan kepada James, yang terlihat emosional saat merayakannya bersama keluarga dan terutama sebelum dan selama upacara bersama Silver dan Abdul-Jabbar.
“LeBron, Anda adalah pencetak angka terbanyak sepanjang masa di NBA. Selamat!” Kata Silver yang diikuti dengan teriakan MVP dari penonton.
James pun memberikan komentarnya atas torehakn rekor itu. “Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada para pendukung Lakers, kalian adalah yang terbaik,” kata James. “Berada dihadapan seorang legenda dan pemain hebat seperti Kareem sangat berarti bagi saya, ini sangat merendahkan hati. Tolong berikan tepuk tangan meriah untuk sang kapten,” ucapnya sembari menunjuk Abdul-Jabbar.
“Untuk istri saya yang cantik, anak perempuan saya dua anak laki-laki saya, teman-teman saya, keluarga saya, ibu saya. Kawan, semua orang yang telah menjadi bagian dari perjalanan saya selama lebih dari 20 tahun terakhir ini. Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih banyak karena saya tidak akan menjadi diri saya tanpa kalian. Semua bantuan kalian, semua semangat kalian, semua pengorbanan kalian telah membantu saya mencapai titik ini. Dan kepada NBA, kepada Adam Silver, kepada mendiang David Stern yang hebat, saya berterima kasih banyak kepada kalian karena telah mengizinkan saya untuk menjadi bagian dari sesuatu yang selalu saya impikan,” papar James.
Serangkaian pesan lewat video disampaikan beberapa orang terkenal di dunia untuk James, diantaranya penyanyi Rihanna, Drake, Kendrick Lamar, Snopp Dogg serta legenda bola basket Stephen Curry dan Shaquille O'Neal.
Ketika ditanya apakah dirinya adalah Greatest Of All the Times (GOAT) lebih dari Shaquille O'Neal, James mencoba menangkis dengan rendah hati. “Saya selalu merasa saya adalah yang terbaik yang pernah memainkan permainan ini, namun ada begitu banyak pemain hebat lainnya dan saya senang bisa menjadi bagian dari perjalanan mereka,” ucapnya.
Abdul-Jabbar juga berbicara dalam siaran tersebut menyusul kepindahannya ke posisi kedua dalam daftar pencetak poin terbanyak sepanjang masa.
"Karier LeBron adalah salah satu dari seseorang yang berencana untuk mendominasi permainan ini. dan hal itu telah berlangsung selama hampir 20 tahun. Anda harus memberikan pujian kepadanya atas caranya bertahan dan mendominasi," kata Jabbar.
James dan Abdul-Jabbar memiliki hubungan yang terkenal tidak harmonis selama bertahun-tahun, dengan perseteruan mereka yang semakin memanas selama pandemi Covid-19 dan ditengah-tengah dukungan James kepada para pemain yang tidak mau menerima vaksin.
Hal itu berujung pada permintaan maaf di media sosial dari pria yang kini berusia 75 tahun itu, yang mengatakan ia menyesali responsnya yang tidak tepat kepada sang reporter terkait apa yang dilakukan James.
Karier James yang memecahkan rekor dimulai 20 tahun yang lalu pada tahun 2003, ketika ia direkrut sebagai pemain pertama oleh Cleveland Cavaliers.
Ia dinobatkan sebagai Rookie of the Year 2004 dan kemudian memenangkan penghargaan MVP pada tahun 2009 dan 2010 selama tujuh musim bersama Cavs.
Pada tahun 2010, ia pergi sebagai pemain bebas agen dengan tim yang gagal bersaing untuk meraih gelar juara dan ia mengumumkan kepindahannya ke Miami Heat dalam acara khusus TV berjudul 'The Decision' - satu diantara kepindahan pemain bebas agen yang paling kontroversial dalam sejarah NBA.
Di Miami, ia memenangkan gelar juara NBA pertamanya pada tahun 2012 dan sekali lagi pada tahun 2013. Di kedua musim tersebut, dia juga meraih penghargaan MVP dan MVP Final.
Pada tahun 2014, ia menandatangani kontrak dengan Cavaliers dan pada tahun 2016 memimpin tim tersebut meraih kemenangan bersejarah di NBA Finals atas Golden State Warriors, bangkit dari ketertinggalan 3-1 untuk mengakhiri 'Kutukan Cleveland' yang membuat tim olahraga di kota tersebut gagal meraih gelar selama 52 tahun.
LeBron meninggalkan Cavs untuk kedua kalinya pada tahun 2018, menggunakan opsi kontraknya untuk bergabung dengan Los Angeles Lakers, di mana ia tetap bertahan hingga hari ini.
Pada tahun 2020, ia memenangkan gelar juara NBA keempatnya dalam musim yang dilanda Covid, dan juga menjadi pemain pertama dalam sejarah NBA yang mengumpulkan pendapatan sebesar $ 1 miliar sebagai pemain aktif.
Editor: Aspian Nur