"Saya selalu ingin bertinju namun tidak mengira saya bisa sampai saya bergabung dengan sasana tinju,” ujar Thomas yang kesehariannya harus berjalan dengan menggunakan tongkat dilansir dari thesun.co.uk Rabu (8/2/2023) hari ini.
"Saya akan memberikan yang terbaik dalam pertarungan nanti, menang, kalah atau seri. Tinju adalah olahraga yang cukup dekat, jadi itu menguntungkan saya, tetapi saya akan berjuang untuk melihat beberapa pukulan yang masuk," paparnya.
Thomas saat ini memiliki sertifikat tinju Level 2. "Saya harap dia (calon lawannya diatas ring) tidak meremehkan saya karena saya buta. Dia akan membayar jika dia melakukannya. Saya memiliki pukulan KO," tegasnya.
Thomas saat ini berlatih tiga hari dalam seminggu dan angkat besi di hari-hari lainnya untuk menjaga performa. Pertarungan nanti sekaligus juga jadi pertandingan tinju amal pertamanya untuk mengenang almarhum kakeknya.
Thomas sudah menjalani lebih dari 60 operasi sejak ia lahir dengan glaukoma kongenital, penyakit langka yang mempengaruhi penglihatan. "Sejak dia lahir, kami sudah menduga ada yang tidak beres,” kata ibu Thomas, Kelly Seres.
"Dia menjalani operasi pertamanya pada usia dua minggu dan sejak saat itu dia telah menjalani lebih dari 60 operasi dan dia memiliki sedikit penglihatan. Dia telah pergi ke The Combat Academy di Barugh Green selama beberapa bulan dan dia selalu ingin ikut serta dalam sebuah acara,” paparnya.
"Kami kehilangan kakeknya karena kanker perut sekitar tiga atau empat tahun yang lalu dan Thomas sangat dekat dengannya. Kami harus menunggu persetujuan, tetapi kami sudah mendapat kabar kalau dia boleh bertarung, saya sangat bangga padanya. Dia hanya berharap dapat mengumpulkan uang sebanyak mungkin,” sebut Kelly.
Editor: Aspian Nur