James yang mendapat suara terbanyak secara keseluruhan akan menjadi kapten salah satu tim untuk pertandingan All-Stars Game 19 Februari bulan depan di Salt Lake City, Amerika Serikat, sementara pemimpin perolehan suara Wilayah Timur Giannis Antetokounmpo dari Milwaukee Bucks akan menjadi kapten di tim lainnya.
Ini adalah tahun keenam NBA menggunakan format kapten untuk All-Stars Game dan James selalu menjadi kapten yang tidak pernah kalah, dengan rekor 5-0 di tahun ini. Antetokounmpo menjadi kapten untuk ketiga kalinya, setelah juga mendapatkan kepercayaan itu pada 2019 dan 2020.
James tinggal 157 poin lagi dari total skor karir Abdul-Jabbar yang mencapai 38.387 poin. Dengan rata-rata 29,9 poin per pertandingan saat ini, James hanya memerlukan lebih dari lima pertandingan untuk memecahkan rekor tersebut dan bahkan jika ia tidak melewatkan satu pertandingan pun, ia akan melewati rekor Abdul-Jabbar dalam pertandingan kandang 7 Februari melawan Oklahoma City.
Dan itu berarti akhir pekan All-Star, jika James melewati rekor tersebut sebelumnya, bisa menjadi perayaan atas pemecahan rekor yang telah dipegang Abdul-Jabbar selama hampir 40 tahun.
"Menghitung kapan hal itu mungkin terjadi, tampaknya pada saat ini kemungkinan besar akan terjadi sebelum jeda All-Star," kata Komisioner NBA Adam Silver pekan lalu di Paris. "Jika itu terjadi sebelum jeda All-Stars kami, sepertinya All-Stars Game tahun ini, yang diadakan di Salt Lake City, mungkin merupakan kesempatan yang tepat untuk menghormatinya," imbuhnya.
James kini sejajar dengan Abdul-Jabbar untuk pemilihan All-Star terbanyak, dan jika James bermain di Salt Lake City, ia akan menjadi pemain pertama dalam sejarah NBA yang benar-benar tampil dalam 19 pertandingan All-Star. Abdul-Jabbar terpilih pada pertandingan tahun 1973 namun tidak bermain.
Itu hanya akan menjadi satu lagi dalam daftar panjang rekor All-Star bagi James. Dia adalah pemain pertama yang terpilih dalam 19 pertandingan All-Star berturut-turut dan sampai kemarin berbagi rekor itu dengan Kobe Bryant yang terpilih 18 kali, legenda Lakers yang meninggal dunia pada 26 Januari 2020, tepat tiga tahun lalu.
Jika dia benar-benar menjadi starter, itu akan menjadi yang ke-19 kalinya bagi James, empat kali lebih banyak dari pemain lain dalam sejarah liga; Bryant mencatatkan 15 kali starter. Rekor 19 kali tampil sebagai starter secara beruntun memperpanjang rekor All-Star lainnya yaitu Bob Cousy mencatatkan rekor terpanjang kedua, dengan 13 kali tampil sebagai starter secara beruntun.
James juga merupakan pemain All-Star terbanyak dalam karirnya dalam hal menit, poin, tembakan lapangan dan percobaan tembakan lapangan. Perubahan akan dilakukan dalam pertandingan di tahun 2023 ini dimana para kapten memilih timnya satu atau dua pekan sebelum akhir pekan All-Stars.
Delapan pemain starter lainnya yang akan mereka pilih, kecuali jika ada perubahan karena cedera sebelumnya, adalah Nikola Jokic dari Denver yang dua kali menjadi MVP NBA, pemimpin perolehan angka NBA Luka Doncic dari Dallas, Stephen Curry dari Golden State, Jayson Tatum dari Boston, rekan setimnya di Brooklyn, Kevin Durant dan Kyrie Irving, Donovan Mitchell dari Cleveland, dan Zion Williamson dari New Orleans.
"Saya sangat diberkati dan merasa terhormat untuk menjadi bagian dari ini," kata Mitchell saat pengumuman para pemain baru yang disiarkan di TNT. "Untuk menjadi bagian dari All-Star keempat saya dan sekarang menjadi starter, saya tidak bisa lebih bahagia lagi," ujarnya dilansir dari apnews.com hari ini.
Pemain cadangan, yang dipilih berdasarkan suara dari para pelatih liga akan diumumkan 2 Februari pekan depan. Diantara para pemain yang pasti akan mendapat pertimbangan kuat antara lain Damian Lillard dari Portland, Shai Gilgeous-Alexander dari Oklahoma City, Jaylen Brown dari Boston dan Bam Adebayo dari Miami.
Editor: Aspian Nur