Pertandingan tiga game tercipta pada laga final ganda putra turnamen BWF World Tour Super 1000 ini yang dihelat di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (15/1/2023) malam tadi.
Fajar/Rian memenangkan duel sengit yang berlangsung selama 67 menit dengan skor 21-18, 18-21, 21-13. Penonton yang hadir menyaksikan baik secara langsung di stadion maupun lewat layar kaca terhibur dengan aksi dan permainan cepat yang diperagakan kedua pasangan.
Kedua pasangan terus silih berganti melancarkan smes-smes keras. Namun beberapa kesalahan sendiri dari Liang/Wang yang membentur net memberikan keuntungan untuk Fajar/Rian yang membuat mereka unggul di set pertama 21-18.
Pada set kedua, permainan Fajar/Rian yang selalu memberikan bola-bola sulit membuat Liang/Wang cukup frustasi setelah skor disamakan menjadi 17-17. Tetapi Liang/Wang berhasil keluar dari tekanan untuk merebut gim kedua dengan kemenangan 21-18.
Keperkasaan Fajri tak terbendung di set ketiga. Satu-satunya wakil Indonesia di final ini hanya memberikan kesempatan kepada Linag/Wang di angka ke-13, setelah itu Fajar/Rian menghentikan perlawanan ganda China itu dengan skor 21-13.
Hasil ini membuat Fajar/Rian sukses merebut gelar pertama mereka di level BWF World Tour Super 1000. “Kemenangan untuk masyarakat Indonesia, untuk pendukung kami yang hadir di sini,” ujar Fajar usai pertandingan.
Sementara Rian mengakui sempat kecolongan pada set kedua yang membuat mereka kalah. “Permainan kami tegang makanya kecolongan di set kedua, tapi kami berhasil membalasnya di set ketiga. Kami bersyukur dengan hasil ini,” kata Rian.
Menarik, karena di Axiata Arena sudah banyak gelar didapatkan Fajar/Rian. Mereka juara meraih gelar juara S500 pertama mereka tahun 2018 pada Malaysia Masters, setelahnya Title S500 ke-4 Malaysia Masters tahun 2022, berlanjut Final S750 Malaysia Open 2022 dan terbaru yang terjadi malam ini yaitu Title S1000 pada Malaysia Open 2023.
Fajar Rian juga menorehkan sejarah dengan meraih gelar pertama Super 1000 di tahun 2023 ini dengan status sebagai ganda putra nomor satu dunia.
Editor: Aspian Nur