Tak banyak yang tahu kalau wasit yang memimpin pertandingan antara Inggris melawan Argentina di Piala Dunia 1986 itu, Ali Bin Nasser dari Tunisia, ternyata menyimpan bola dari gol tangan Tuhan Maradona itu sampai akhirnya terkuat kabar kalau wasit berusia 78 tahun itu sedang berjuang bertahan hidup dengan cara menjual bola tersebut di London, Inggris.
Mantan kapten Inggris di laga kontra Argentina yang berkesudahan 1-2 untuk tim Tango, Gary Lineker, menyampaikan pernyataan sinis atas rencana Ali Bin Nasser menjual bola itu yang siap dilelangnya seharga £3 juta atau setara dengan Rp53 miliar. “Saya sangat senang wasit itu akan menguangkannya,” ucap Lineker dengan nada tak senang.
“Bagaimana bisa wasit mengakhiri pertandingan dengan membawa bola pulang? "Tapi saya sangat senang dia mau menjualnya," papar Lineker lagi dilansir dari laman Talksport Jumat (14/10/2022) hari ini
Rencana menjual bola oleh Bin Nasser itu hanya berselisih enam bulan setelah rekan setim Lineker Steve Hodge menghasilkan lebih dari £7 juta, setara dengan Rp121,8 miliar, dengan menjual kaus bernomor 10 milik Maradona yang didapatkannya usai bertukas jersey setelah laga.
"Keberanian wasit menyimpan bola dilemarinya sepanjang waktu dan sekarang dia akan menguangkan atas kesalahan terbesar dalam sejarah sepakbola Piala Dunia, apakah itu bisa dibenarkan?” ucap Lineker lagi.
Bin Nasser memiliki dua putra yang sudah dewasa dan berniat untuk membagi hasil penjualan bola itu dengan keluarganya. Dia tidak pernah memimpin di Piala Dunia lagi setelah kesalahan mencolok mengesahkan gol ke gawang Inggris yang dihasilkan dari tinju Maradona.
“Bola ini adalah bagian dari sejarah sepak bola internasional. Rasanya seperti waktu yang tepat untuk berbagi dengan dunia. Saya berharap pembeli berada dalam posisi untuk memajangnya atau membagikannya kepada publik dengan cara lain,” ujar Bin Nasser mengenai alasannya menjual bola itu.
Adam Gascoigne dari Graham Budd Auctions, yang menjalankan lelang bola itu mengatakan kalau bola itu sangat bersejarah. “Bola itu disimpan di lemari selama bertahun-tahun dan Bin Nasser telah memutuskan sekarang adalah waktu yang tepat untuk menjual. Ketika Anda melihat berapa banyak jersey Maradona yang dijual, tidak mengherankan bahwa perkiraan untuk bola adalah antara £ 2,5 juta hingga £ 3 juta,” ungkapnya.
“Perempatfinal Argentina melawan Inggris adalah pertandingan paling terkenal dalam sejarah Piala Dunia. Itu adalah gol Tangan Tuhan, yang merupakan insiden paling kontroversial dalam pertandingan Piala Dunia, gol terbaik yang pernah dicetak di Piala Dunia oleh Maradona lima menit kemudian, dan kemudian ada gol Gary Lineker untuk memenangkan Sepatu Emas,” ucap Adam
Pelelangan berlangsung pada 16 November, empat hari sebelum Piala Dunia dimulai di Qatar .
Fans Inggris di masa lalu, John Millar yang berusia 65 tahun dari Stourbridge, West Mids juga kecewa dengan apa yang dilakukan Bin Nasser. “Ini keterlaluan. Dia mengambil untung dari keputusan terburuk dalam sejarah sepak bola. Maradona adalah penipu tapi setidaknya dia adalah pesepakbola hebat. Kalau orang ini (Bin Nasser) tidak tahu malu,” ucapnya.
Maradona sendiri pernah bertemu Bin Nasser saat berkunjung ke rumahnya di Tunisia tahun 2015, memeluk dan menciumnya dalam pertemuan itu. Pemain yang meninggal dunia di usia 60 tahun itu bahkan memberi Bin Nasser jersey Argentina yang ditandatangani dan memuji Bin Nasser sebagai teman abadi.
Bin Nasser sendiri pada satu kesempatan usai laga kontroversial itu bersikeras mengaku tidak melihat Maradona meninju bola melewati kiper dan kapten Inggris Peter Shilton meskipun itu terlihat jelas di tayangan ulang TV. Maradona kemudian mengatakan gol itu dicetak sedikit dengan kepala Maradona, dan sedikit dengan tangan Tuhan.
Bin Nasser mengatakan dia menghadiahkan gol Hand of God karena asisten wasitnya dari Bulgaria Bogdan Dochev tidak memberi isyarat telah melihat pelanggaran.
Tayangan TV menunjukkan Bin Nasser menatap Dochev setelah gol itu sambil berteriak Shilton memberi isyarat Maradona menggunakan tangannya.
Tapi Dochev menyalahkan Bin Nasser, mengatakan saat itu asisten wasit tidak diizinkan oleh FIFA untuk membahas keputusan dengan wasit, yang keputusannya sudah final. Pada Piala Dunia 1986 di Meksiko itu Argentina memenangkan final 3-2 melawan Jerman Barat.
Bin Nasser sempat terpukau ketika Maradona mencetak gol keduanya setelah menggiring bola 50 yard melewati pemain bertahan Inggris yang disebutnya adalah momen terbesar dalam karirnya. “Pertandingan 1986 adalah mimpi yang menjadi kenyataan,” sebutnya kala itu. “Untuk gol pertama Maradona saya tidak bisa melihat kejadian dengan jelas, dua pemain Shilton dan Maradona menghadap saya dari belakang. Sesuai instruksi FIFA yang dikeluarkan sebelum turnamen, saya melihat ke hakim garis saya untuk konfirmasi keabsahan gol. Di akhir pertandingan, pelatih Inggris Bobby Robson berkata kepada saya “Anda melakukan pekerjaan dengan baik tetapi hakim garis tidak bertanggung jawab”," ungkap Bin Nasser
Editor: Aspian Nur