Namun apa yang terjadi, justru aksi rasisme berlanjut pada laga yang dimenangkan Brasil 5-1 itu dan ditujukan kepada Richarlison saat selebrasi usai mencetak gol kedua Selecao.
Penyerang Tottenham Hotspur itu dilempar pisang serta beberapa benda lain ke arah Richarlison dan pemain Brasil yang ikut dalam selebrasi itu. Rekaman menunjukkan gelandang Manchester United Fred menendang pisang tersebut.
Insiden itu membuat asosiasi sepakbola Brasil bersumpah untuk terus melawan rasisme dan prasangka. Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) kemudian mengeluarkan pernyataan terkait insiden Richarlison melalui Twitter.
“Sayangnya sebuah pisang dilemparkan ke lapangan ke arah Richarlison, pencetak gol kedua Brasil,” kata Presiden CBF Ednaldo Rodrigues di Twitter dilansir dari laman Dailymail.co.uk pagi ini. “CBF memperkuat posisi untuk memerangi rasisme dan menolak segala manifestasi prasangka,” tegas mereka.
“Kami datang ke publik untuk menyatakan penolakan. Kali ini saya melihatnya dengan mata kepala sendiri. Ini mengejutkan kami. Kita harus selalu ingat kita semua sama, tanpa memandang warna kulit, ras atau agama. Perang melawan rasisme bukanlah penyebab, tetapi perubahan mendasar (pertempuran) untuk menghapus jenis kejahatan ini dari planet ini. Saya bersikeras mengatakan bahwa hukumannya harus lebih berat,” paparnya.
Gol Richarlison membuat Brasil kembali unggul setelah Montassar Talbi membatalkan gol pembuka Raphinha.
Neymar menambahkan gol via penalti, Raphinha mengklaim gol kedua dan Pedro membungkus skor setelah satu pemain Tunisia Dylan Bronn diusir wasit.
Editor: Aspian Nur