Tangan robot itu bereaksi dengan cepat menggenggam tangan Christoper karena melihat gerakan cepat saat si bocah yang dikabarkan jenius itu bergerak terlalu cepat untuk memindahkan bidak catur. Spontan lengan Christoper langsung dicengkeram. "Bocah itu baik-baik saja. Mereka memasang gips di jari tangannya untuk sembuh lebih cepat,” jelas Wakil presiden Federasi Catur Rusia, Sergey Smagin dilansir dari laman Dailystar.co.uk Senin (25/7/2022) hari ini.
"Ada aturan keselamatan saat turnamen catur manusia melawan tangan robot dan anak itu sepertinya melanggarnya. Ketika bergerak dia tidak menyadari harus menunggu atau memberi waktu sebentar agar tangan robot tak langsung bereaksi. Ini adalah kasus yang sangat langka, yang pertama yang bisa saya ingat," imbuhnya.
Media Rusia Baza mengunggah video insiden itu, dimana Christopher terlihat jarinya dicengkeram tangan robot selama beberapa detik, sebelum orang disekitarnya bergegas untuk menolong.
"Robot itu tidak suka terburu-buru, dia mencengkeram jari telunjuk bocah itu dan meremasnya dengan keras," ungkap saksi di lokasi kejadian. "Orang-orang di sekitar bergegas membantu dan mengeluarkan jari telunjuknya tetapi patah tulang tidak dapat dihindari," imbuhnya.
Sementara Presiden Federasi Catur Moskow Sergey Lazarev mengatakan kabar ini sesuatu yang buruk. "Kami menyewa robot untuk bermain catur dan kegiatan seperti ini sudah pernah berlangsung sebelumnya, tapi rupanya operator di tempat itu mengabaikan peraturan,” ujar Lazarev.
"Anak itu memindahkan bidak catur dan tangan robot harus diberi waktu untuk bereaksi. Tapi bocah itu sedang terburu-buru dan robot langsung menangkapnya. Yang pasti kami tidak ada hubungannya dengan robot," tegas Lazarev.
Editor: Aspian Nur