Ya, permainan undian menggunakan tangan yang kerap digunakan anak-anak dan orang dewasa untuk menentukan siapa yang berhak menang itu ternyata diterapkan Pogacar saat jelang finish bersama pebalap asal Polandia, Rafal Majka.
Hanya beberapa saat jelang garis finish di Valika Penina, keduanya tertangkap kamera beriringan dan bermain gunting batu kertas untuk selanjutnya Pogacar yang merupakan pebalap tuan rumah membiarkan Majka finish terdepan, menempatkan Pogacar di posisi kedua.
Bukan tanpa alasan keduanya melakukan itu, mengingat Pogacar dan Majka sama-sama dibawah naungan klub balap sepeda yang sama, Tim Emirates UEA.
Keduanya tanpa perlawanan dari pebalap sepeda lainnya sehingga dalam rekaman video terlihat jelas bersepeda dengan santai pada balapan dunia ini, melepaskan tangan mereka dari sepeda dan menikmati permainan kesempatan untuk memutuskan siapa yang akan melewati garis lebih dulu, saling berpelukan saat mereka finis dengan hanya berjara 22 detik.
Tak pelak aksi keduanya mengundang tawa mereka yang menyaksikan lewat televisi maupun secara langsung. “[Majka] kata kertas, Pogacar kata rock. Kertas membungkus batu, Majka naik ke atas panggung. Rafal Majka menulis di atas batu karang tim mereka, Tadej Pogacar,” ujar reporter lomba yang menyaksikan momen unik itu dilansir dari laman Dailymail.co.uk Minggu (19/6/2022) hari ini.
Pogacar yang mengamankan gelar Tour de France keduanya secara berturut-turut pada 2021, sebenarnya memimpin di depan Majka tiga detik lebih cepat jelang finish di Tour of Slovenia ini
Dylan Groenewegen, dari BikeExchange-Jayco, memenangkan etape kedua sebelum Pogacar meraih kemenangan etape pertamanya melalui finis menanjak, memimpin Majka 11 detik. Namun karena ingin memberikan kemenangan pertama pada rekan satu timnya, Pogacar pun membiarkan Majka juara.
Pembalap berusia 23 tahun itu mengayuh sepeda melalui kampung halamannya di Komenda selama tahap kedua dari belakang, ketika dia diperkirakan akan membiarkan Majka meraih kemenangan karena papan peringkat.
Peraih medali perunggu Olimpiade itu sendiri adalah favorit untuk membuat hat-trick kemenangan Tour de France pada tahun 2022 ini yang dimulai pada 1 Juli mendatang dari Kopenhagen, Denmark dan berakhir 23 hari kemudian di Paris, Prancis.
Editor: Aspian Nur