Van Persie memutuskan untuk tetap dalam perannya sebagai pelatih tim utama dan tim muda di Feyenoord, di mana putranya yang berusia 15 tahun, Shaqueel, bermain.
Meskipun kesempatan untuk kembali ke Old Trafford datang terlalu cepat dan ditolak van Persie, namun dipastikannya kepada ten Hag kalau melatih United adalah pilihan yang tepat.
“Rasa hormat dari para penggemar sangat besar,” kata van Persie dilansir dari laman Dailymirror.co.uk Rabu (8/6/2022) hari ini.
“Ketika saya kembali beberapa tahun kemudian dengan Fenerbahce ke Old Trafford setelah memenangkan liga bersama United dan pelatih Sir Alex Ferguson, saya masih mendapat apresiasi besar dari mereka. Bahkan Dick Advocaat, pelatih kami di Fenerbahce, mengakui itu. Dia berkata kepada saya “selama sisa hidup Anda, Anda akan dihargai disini [di United]” dan dia benar sekali,” ucapnya.
“Inggris adalah negara yang bagus untuk ditinggali. Orang-orangnya hangat dan ramah. Perlu waktu penerbangan 40 menit dari Rotterdam, tetapi berakhir di dunia yang sama sekali berbeda kalau tiba disana. Dunia yang sangat indah,” papar van Persie.
Van Persie, yang mencetak 30 gol di musim 2012-13 dan membawa United meraih gelar liga terakhir di bawah asuhan Sir Alex Ferguson, ingin menyelesaikan lencana kepelatihan UEFA dan mendapatkan Lisensi Pro sebelum mengambil langkah berikutnya dalam karir pasca jadi pemain.
Komitmen keluarga juga memainkan peran besar dalam keputusannya untuk tidak menerima tawaran ten Hag.
Selain focus dengan karir sepak bola putranya Shaqueel, van Persie juga melihat potensi putrinya Dina yang berprestasi di olahraga berkuda.
“Putra dan putri saya penting saat ini,” tegas van Persie. “Fakta mereka berdua menemukan gairah mereka sangat bagus. Dina berhasil melakukannya dengan menunggang kuda, dia benar-benar menyukainya dan Shaqueel memiliki hal yang sama dengan sepak bola. Istri saya, Bouchra, mengembangkan semua bakatnya dengan proyek kami,” ungkapnya.
Setelah memindahkan keluarganya dari London ke Manchester dan Istanbul selama karir bermainnya, Van Persie memutuskan periode stabilitas diperlukan.
“Di London ketika saya bermain di Arsenal, kami pindah lima kali,” kata van Persie. “Kami juga tinggal di Manchester dan Istanbul. Secara keseluruhan, kami pergi selama hampir empat belas tahun. Tapi kemudian kami berpikir 'apa yang baik untuk anak-anak sekarang?' dan merasa sedikit stabilitas akan menyenangkan,” ucapnya.
Editor: Aspian Nur