Ya, kehebatan petenis 36 tahun ini di lapangan hijau bahkan diakui oleh pelatih asal Portugal, Jose Mourinho.
Mourinho mengungkapkan Nadal sebenarnya bisa menjadi pesepakbola elite di dunia dan mantan manajer Chelsea, Manchester United, Tottenham Hotspur dan saat ini menangani AS Roma di Serie A Italia itu bukan tanpa alasan mengeluarkan pernyataan itu, karena pernah bekerja dengan paman Rafa, Miguel Angel Nadal selama hari-hari mereka bersama di Barcelona pada 1990-an.
Mourinho pernah bekerja sebagai penerjemah sebelum menjadi asisten pelatih di Nou Camp dibawah Sir Bobby Robson dan Louis van Gaal.
Pria 59 tahun itu mengenal keluarga Nadal dengan baik, penggemar berat tenis dan sering terlihat di lapangan tenis terkenal dunia di Wimbledon, London, Inggris.
Nadal yang sudah merengkuh 21 gelar Grand Slam, juara Piala Davis empat kali bersama tim tenis Spanyol dan dianggap sebagai petenis terkemuka sepanjang masa ditegaskan Mourinho merupakan pemain sepakbola yang luar biasa.
“Saya senang dia tidak melakukannya (jadi pemain sepakbola), tetapi dia juga bisa menjadi pemain sepak bola yang fantastis. Pamannya adalah pemain saya di Barcelona pada tahun 1996. Saya tahu Rafa bisa bermain sepak bola dengan baik,” ungkap pria berjulukan Special One ini dilansir dari laman Thesun.co.uk Selasa (7/6/2022) hari ini.
“Dia bisa bermain dengan fisik, mentalitas dan keterampilannya, tapi dia memilih tenis,” paparnya.
Miguel Angel Nadal merupakan mantan pemain Barcelona dan timnas Spanyol yang memainkan lebih dari 200 pertandingan untuk raksasa Catalan antara 1991 dan 1999 di antara periode panjang dengan Mallorca. Miguel juga memainkan 62 pertandingan untuk tim nasional Spanyol.
Sementara itu Nadal mengakui pertarungan perempat finalnya dengan Novak Djokovic pekan ini bisa menjadi pertandingan Prancis Terbuka terakhir dalam karirnya. Nadal telah berjuang melawan cedera sepanjang karirnya yang cemerlang dan menderita Sindrom Mueller-Weiss, kondisi kronis dan tak tersembuhkan di kakinya.
Nadal mempertimbangkan untuk pensiun pada akhir tahun lalu ketika dia menjalani operasi sebelum bangkit kembali dan memenangkan gelar Australia Terbuka untuk Grand Slam No 21 sekaligus memecahkan rekor dunia.
Hanya saja meski merasa masih mampu namun Nadal sangat sadar dia berada di tahap akhir karirnya dalam tur tenis dan tidak tahu berapa lama lagi dia akan bertanding sebelum tubuhnya mengatakan cukup.
“Saya berada di perempat final Roland-Garros. Saya hanya menikmati kenyataan saya di sini selama satu tahun lagi,” ujar Nadal.
“Sejujurnya, setiap pertandingan yang saya mainkan di sini, saya tidak tahu apakah ini akan menjadi pertandingan terakhir saya di Roland Garros, dalam karir tenis saya. Itulah situasinya sekarang. Tetapi pada akhirnya itu adalah pertandingan spesial dalam pengaturan khusus dan saya akan memberikan yang terbaik,” papar petenis berjulukan King of Clay alias Si Raja Tanah Liat ini.
Editor: Aspian Nur