Dua wanita itu adalah Rachel Sadler yang sekarang berusia 41 tahun dan sahabatnya Vanessa Richards. Saat itu Rachel masuk lapangan tanpa mengenakan pakaian dengan hanya G-string alias celana dalam minim sementara Vanessa mengenakan pakaian Sinterklas yang seksi.
Keduanya menghentikan pertandingan Liga Premier saat itu demi memberikan semangat kepada Gazza, julukan Gascoigne, mengejar si pemain di tengah lapangan disaksikan ribuan penonton.
“Kami masih sangat muda saat itu, berusia 18 atau 19 tahun. Saya ingin menjadi pusat perhatian, kami pikir kami akan mendapatkan banyak publisitas,” ujar Rachel mengenang momen pertandingan malam di Teesside Live itu dilansir dari laman Thesun.co.uk Selasa (10/5/2022) hari ini.
Ibu dua anak yang tinggal di Stockton-on-Tees mengaku dirinya saat itu memang bekerja sebagai nude dancer alias penari telanjang “Jika saya tidak melakukan pekerjaan semacam itu, saya tidak akan memiliki kepercayaan diri untuk melakukannya, tetapi saya siap untuk itu.
Vanessa lari duluan, saya panik. Saya sangat ketakutan. Saya berpikir jika saya tidak pergi sekarang, saya tidak akan pernah melakukannya. Orang-orang di sekitar kami pasti berpikir “apa yang mereka berdua lakukan?”, apalagi kami datang dengan pakaian seperti itu,” paparnya.
“Saya sempat jatuh di atas papan iklan, mencoba masuk ke lapangan. Semua kamera memotret Vanessa dan hanya ada foto bagian belakangku, tapi sejak itu aku melihat beberapa bagian depanku dengan payudara yang diburamkan,” ujar Rachel lagi.
“Gazza hanya berlari mundur, menjabat tangannya dan tertawa, mengatakan kepada kami “tolong jangan lakukan ini padaku”.
Vanessa mencoba melompat ke punggungnya. Dia berdiri dengan kakinya di tiang gawang sambil tertawa. “Itu benar-benar dingin, meskipun kami minum wiski sebelum kami masuk. Itu adalah pertandingan derby Middlesbrough-Newcastle dan ada 36.000 penonton,” jelasnya.
“Petugas memberikan mantel mereka kepada kami dan membawa kami keluar dari lapangan. Aku belum pernah ditangkap seumur hidupku, tapi aku tidak terganggu. Seluruh pengalaman melebihi itu semua,” ungkap Rachel lagi.
“Kami akhirnya dibebaskan dari kantor polisi, mereka membiarkan kami membawa selimut, lalu kami pergi ke South Shields, ke pub tempat saya bekerja, dan mengadakan pesta besar-besaran atas apa yang sudah kami lakukan,” ucapnya
Rachel dan Vanessa yang sudah meninggal dunia di usia 20-an melihat diri mereka jadi berita halaman depan keesokan harinya setelah ulah mereka tersebut. “Saya tidak berpikir kami menyadari perhatian yang akan didapat. Sulit dipercaya, telepon dari wartawan, kami akhirnya pergi ke The Guilty Show, yang merupakan pertunjukan Sky One dengan ruang sidang tiruan pada saat itu,” katanya lagi.
“Orang-orang menelepon menanyakan tentang Boro Streakers. Kami diberitahu kami memiliki larangan masuk stadion seumur hidup dari Riverside, tetapi itu hanya berlaku satu tahun,” pungkasnya.
Editor: Aspian Nur