Stadion tempat penyerang The Hammers itu mengenal sepakbola berada di Desna Chernihiv, kota kedua setelah dilahirkan di Leningrad karena orangtuanya pindah.
Yarmolenko kemudian bermain untuk Dynamo Kyiv, Borussia Dortmund dan saat ini West Ham.
Federasi sepakbola Ukraina membagikan gambar memilukan dari Stadion Yuri Gagarin berkapasitas 12 ribu tempat duduk yang dibangun dibawah rezim Soviet pada tahun 1936 dihancurkan oleh Rusia.
Parahnya kerusakan stadion terutama di bagian tanah membuat tidak mungkin ada pertandingan ditempat tersebut bahkan kalau nantinya Rusia sudah tidak lagi menyerang Ukraina.
Tribun penonton menjadi puing-puing dan lapangan dipenuhi lubang dan kawah.
"Kami akan membangun kembali semua ini dan kami akan menjadi lebih kuat. Bersama untuk kemenangan! Rakyat Ukraina adalah front persatuan, ini adalah bumi kita!," tulis pihak kota Desna dilansir dari laman Thesun.co.uk Selasa (12/4/2022) hari ini.
Menurut PBB, sejak dimulainya invasi Rusia ke Ukraina pada 28 Februari, telah terjadi hampir 1.800 korban sipil.
Sebagian besar korban sipil meninggal dunia karena penggunaan senjata peledak seperti penembakan, rudal dan serangan udara.
Yarmolenko sendiri menggambarkan invasi Rusia sebagai genosida murni. “Ini murni genosida, mereka hanya menghancurkan orang Ukraina,” ujar Yarmolenko dalam sebuah wawancara televisi. “Menembak warga sipil, anak-anak, wanita, bagaimana mungkin? Ini hanya horor. Saya tidak tahu bagaimana menemukan kata-kata itu,” sebutnya.
Editor: Aspian Nur