Gambar seorang wanita berlari di pit lane dengan mangkuk kuningan emas dan meneriakkan mantranya untuk menghentikan guyuran hujan yang mengancam balapan bakal ditunda sudah viral dan bersejarah.
"Berhasil," tulis Fabio Quartararo, berterima kasih padanya di media sosial. Quartaro yang tampil sebagai juara kedua MotoGP 2022 Indonesia ini sebelumnya meniru sang pawang hujan menggunakan mangkuk makan sembari tertawa.
Tapi, siapa wanita yang bertelanjang kaki mengenakan helm putih bertuliskan PP? Dialah Rara Istiati Wulandari. Ia lahir pada 22 Oktober 1983 di Papua Nugini. Keluarganya berasal dari pulau Jawa dan saat ini berdomisili di Denpansar (Bali).
Ayahnya sudah bekerja di Keraton Solo di Jawa dan mengajarinya kerohanian dan seni untuk menghentikan atau menurunkan hujan sejak dia berusia sembilan tahun. Semua media dunia mengulas keberadaan Rara di pit sebelum lomba berlangsung termasuk Marca.com yang mengulasnya Kamis (24/3/2022) hari ini.
Rara ditulis media terkenal asal Spanyol itu sebagai wanita yang bekerja secara profesional dan mendedikasikan dirinya untuk mengatasi masalah terkait hujan selama bertahun-tahun. Rara juga memiliki profesi membaca masa depan dengan kartu tarot, bahkan memiliki situs web dan kantor sendiri, namun seringkali bekerja di lapangan.
Rara ditulis Marca.com sudah pernah dipesan untuk perhelatan olahraga terbesar Asia Tenggara, Asian Games 2018 juga kampanye Presiden Joko Widodo sebelum jadi kepala negara. Bahkan, dia adalah anggota dari Perusahaan Pengembangan Pariwisata Indonesia.
Rasa sudah berada di Mandalika sejak Kejuaraan Dunia Superbike pada bulan November 2021 atau dalam tes MotoGP Februari lalu.
Khusus untuk MotoGP 2022 di Mandalika, Rara sudah bekerja selama 21 hari, berada di samping sirkuit saat para pekerja melakukan pekerjaan pelapisan aspal ulang atau pembangunan tribune baru.
Rara tidur di tenda putih di sebelah pintu masuk sirkuit. Disana, sebelum sesi latihan pertama, dia sudah melakukan upacara agar semuanya berjalan lancar.
“Alhamdulillah semuanya baik. Hujan atau tidak itu kekuatannya, saya hanya bertanya padanya. Kita harus membuat semuanya sukses. Saya tidak bisa pergi lebih dari dua kilometer dari sirkuit. Jika saya pergi ke pantai, itu akan lebih panas. Nanti,” klaim Rara saat diwawancara media. "Saya melakukannya karena saya cinta Indonesia,” imbuhnya.
Saat lomba berlangsung Minggu (20/3/2022) lalu harus bekerja ekstra karena hujan lebar mengguyur. "Saya hanya ingin membuat Indonesia bangga. Saya ingin membantu MotoGP. Saya melakukannya karena saya cinta Indonesia," sebut Rara mengenai profesinya sebagai pengusir hujan itu.
Citra Rara bagaimanapun tidak menyenangkan bagi pihak tertentu di Indonesia, satu diantaranya adalah Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). "Kami lebih suka sains. Saya tidak tahu apakah itu menghentikannya, tetapi mereka adalah awan yang keluar dan berhenti, begitulah cara kami melihatnya," ujar BMKG.
Apapun itu Rara sudah menjadi bagian dari MotoGP. Dorna mengakui dan menghargai usahanya dan kini seluruh dunia mengenai satu lagi budaya dari Indonesia yaitu pawang hujan.
Editor: Aspian Nur