"Saya bersyukur atas apa yang telah diberikan tenis kepada saya, semua impian saya dan lebih banyak lagi, tetapi saya tahu sekarang saatnya bagi saya untuk menjauh, menggantung raket saya," kata Barty dalam percakapan di sebuah video bersama teman baiknya Casey Dellacqua, dilansir dari laman Dailymail.co.uk Rabu (23/3/2022) hari ini.
Barty mengatakan dirinya sudah mempertimbangkan pensiun setelah sebelumnya memiliki firasat bisa meraih gelar juara Wimbledon tahun lalu. "Ini adalah sesuatu yang telah saya pikirkan sejak lama dan saya memiliki banyak momen luar biasa dalam karir saya yang merupakan momen penting," paparnya.
“Juara Wimbledon tahun lalu banyak mengubah hidup saya karena itu satu-satunya mimpi nyata yang saya inginkan di tenis, kemudian datanglah tantangan di Australia Terbuka. Gelar juara dua ajang itu cara saya yang sempurna untuk merayakan perjalanan yang luar biasa dalam karir tenis saya,” sebut Barty lagi.
“Sebagai pribadi, inilah yang saya inginkan. Saya ingin mengejar beberapa mimpi lain yang selalu ingin saya lakukan dan selalu memiliki keseimbangan yang benar-benar sehat,” jelasnya.
Barty mengungkapkan fisik terkuras setelah tiga tahun berturut-turut jadi petenis nomor satu dunia dimana dirinya baru kembali di akhir 2016, sempat istirahat 18 bulan karena menderita kesehatan mental.
"Ada perubahan perspektif dalam diri saya di fase kedua karir saya bahwa kebahagiaan saya tidak tergantung pada hasil," kata Barty.
“Saya puas, saya bahagia. Saya hanya tidak memiliki dorongan fisik, keinginan emosional dan semua yang diperlukan untuk menantang diri sendiri di level paling atas lagi,” paparnya.
“Sekarang saya pikir penting bagi saya untuk menikmati fase berikutnya dalam hidup saya sebagai Ash Barty sebagai pribadi dan bukan Ash Barty sebagai atlet tenis,” tegasnya.
Barty sangat emosional saat mengatakan dia tidak akan pernah berhenti mencintai tenis, yang akan tetap menjadi bagian besar dari hidupnya.
Dia mengakui itu adalah keputusan yang sulit untuk dibuat. "Tapi sekarang saya pikir penting bagi saya untuk menikmati fase berikutnya dalam hidup saya," ungkapnya.
Barty baru-baru ini pindah kembali ke kampung halamannya di Ipswich bersama tunangannya pegolf Garry Kissick, yang rencananya akan ia nikahi nanti pada tahun 2022 ini.
“Saya tinggal di daerah Springfield sepanjang hidup saya bersama orangtua dan kakak-kakakku tidak jauh. Kami senang kami berada di tempat baru kami. Sangat indah,” jelas Barty.
“Itulah yang kami inginkan dan bagi kami ini adalah tentang membuat kenangan baru sekarang. Hari ini sulit dan penuh dengan emosi bagi saya ketika saya mengumumkan pengunduran diri saya dari tenis. Saya tidak yakin bagaimana membagikan berita ini kepada Anda, jadi saya meminta teman baik saya Casey Dellacqua untuk membantu saya membagikan ini,” ucap Barty.
"Saya sangat berterima kasih atas semua yang telah diberikan olahraga ini kepada saya dan saya merasa bangga dan puas.
Terima kasih kepada semua orang yang telah mendukung saya sepanjang jalan, saya akan selalu bersyukur atas kenangan seumur hidup yang kita buat bersama,” tutupnya.
Barty yang menjadi pemain profesional pada usia 13 tahun, merebut gelar Prancis Terbuka pada 2019 dan 12 gelar lainnya meskipun mengambil istirahat panjang dari olahraga untuk bermain kriket pada 2014-2016.
Barty meraih gelar juara nomor satu dunia pada 24 Juni 2019 setelah kemenangan Grand Slam pertamanya di Prancis Terbuka tersebut. Tak lama setelah grand slam perdananya di Roland-Garros, Barty membuka diri tentang pertarungan kesehatan mental yang mengancam karirnya yang membuatnya berhenti dari tenis untuk sementara.
Perdana Menteri Australia Scott Morrison memberikan penghormatan kepada Barty. "Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Ash karena telah menginspirasi generasi muda, terutama generasi muda pribumi di negara ini," kata Morisson.
Beberapa petenis dunia juga memberikan penghormatan. "Senang untuk @ashbarty, patah hati untuk tenis, pemain yang hebat," cuit Andy Murray.
Editor: Aspian Nur