Pemain depan timnas Ukraina Ruslan Malinovsky berselebrasi usai mencetak gol untuk tim Italia Atalanta dalam pertandingan Liga Europa mereka di Olympiacos dengan memperlihatkan kaus yang bertuliskan “Tidak ada perang di Ukraina”
Bintang Manchester City dan Ukraina lainnya, Oleksandr Zinchenko menghadiri aksi demo di Lapangan St Peter di Kota Manchester untuk menentang invasi tersebut dan berharap Vladimir Putin “mati dengan menyakitkan”.
Klub Rusia Zenit St Petersburg tampil di markas klub asal Spanyol Real Betis dibayangi kecaman karena mereka menurunkan bek Ukraina Yaroslav Rakitskiy sementara Zenit sendiri disponsori Gazprom, perusahaan energi negara Rusia yang membayar 33 juta poundsterling setahun untuk mensponsori Liga Champions termasuk partai final yang akan berlangsung di St Petersburg, Ukraina, namun akal dipindah karena kekhawatiran akan terjadinya perang tersebut.
Tak hanya di sepak bola, di Cordoba, tim bola basket Ukraina melawan Spanyol dalam kualifikasi Piala Dunia 2023 dan pivot Artem Pustovyi bermain dengan kata-kata “Tanpa Perang” tertulis di wajahnya.
Tim Ukraina mendapat tepuk tangan meriah dari penonton dan tim Spanyol setelah lagu kebangsaan mereka diperdengarkan sebelum pertandingan.
Klub Jerman Schalke 04 juga disponsori oleh Gazprom mengumumkan mereka telah menghapus nama itu dari baju mereka karena invasi militer Rusia.
Kunci dari hubungan antara Schalke dan Gazprom adalah CEO Nord Stream 2 Matthias Warnig, mantan perwira polisi rahasia negara bagian Stasi yang terkenal di Jerman Timur dan sekutu Putin. 'Mengikuti perkembangan terakhir, FC Schalke 04 telah memutuskan untuk menghapus logo sponsor utama GAZPROM dari kaus klub. Ini akan diganti dengan huruf membaca 'Schalke 04' sebagai gantinya,” kata manajemen tim dikutip dari Dailymail.co.uk Jumat (25/2/2022) hari ini. Gazprom sendiri telah mensponsori Schalke sejak 2007.
Rusia telah meluncurkan perang habis-habisan di Ukraina dengan rudal dan bom, tank meluncur melintasi perbatasan dari Belarus, pasukan diterjunkan di wilayah timur dan ledakan terlihat di seluruh negeri setelah Putin secara pribadi memerintahkan pasukannya untuk menyerang.
Sebelumnya pada hari Kamis, juara dunia empat kali Formula Satu Sebastian Vettel menyerukan agar Grand Prix Sochi pada September diboikot sementara final Liga Champions di St Petersburg pada 28 Mei akan dipindahkan ke tempat lain.
UEFA berada di bawah ancaman untuk secara serius mempertimbangkan mengubah lokasi final Eropa dan badan sepak bola memang diharapkan untuk menanggalkan Rusia dari acara olahraga besar tersebut.
Pesepakbola Brasil yang ketakutan terdampar di Ukraina memohon kepada pemerintah mereka untuk datang membantu dan mengevakuasi mereka, sementara mantan manajer Shakhtar Donetsk Paulo Fonseca, yang juga terjebak di negara itu, mengatakan “Ini hari terburuk dalam hidup saya”.
Asosiasi Sepak Bola Polandia, Swedia dan Republik Ceko telah menuntut agar babak play-off kualifikasi Piala Dunia bulan depan dipindahkan dari Rusia setelah invasi tersebut.
Rusia akan menjamu Polandia di Moskow pada 24 Maret dalam semifinal play-off, sebelum pemenangnya menghadapi Swedia atau Republik Ceko untuk memperebutkan satu tempat di Qatar lima hari kemudian. Jika Rusia mengalahkan Polandia maka final juga akan dimainkan di VTB Arena Moskow.
Namun dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Kamis sore, tiga negara lain dalam rute 'Jalur B' UEFA dari sistem kualifikasi yang dirubah telah menuntut agar jadwal pertandingan dipindahkan.
“Berdasarkan perkembangan yang mengkhawatirkan saat ini dalam konflik antara Rusia dan Ukraina termasuk situasi keamanan, Asosiasi Sepak Bola Polandia, Swedia dan Republik Ceko menyatakan posisi tegas mereka pertandingan playoff untuk lolos ke Piala Dunia FIFA 2022 di Qatar. , yang dijadwalkan pada 24 dan 29 Maret 2022, tidak boleh dimainkan di wilayah Federasi Rusia,” tulis mereka.
"Para penandatangan banding ini tidak mempertimbangkan untuk bepergian ke Rusia dan memainkan pertandingan di sana. Eskalasi militer yang kami amati membawa konsekuensi serius dan keselamatan yang jauh lebih rendah bagi tim sepak bola nasional dan delegasi resmi kami,” tegas mereka.
"Oleh karena itu, kami mengharapkan FIFA dan UEFA untuk segera bereaksi dan memberikan solusi alternatif mengenai tempat di mana pertandingan playoff yang mendekati ini bisa dimainkan,” pungkas mereka.
Editor: Aspian Nur