Barcelona lolos dengan aggregate 3-5 dan lolos ke 16 Besar Europa League yang fase pengundiannya digelar malam nanti.
Dilansir dari Marca.com, pelatih Barcelona Xavi Hernández menganggap kemenangan dari Napoli adalah yang paling lengkap yang pernah dimainkan anak asuhnya namun enggan menempatkan timnya sebagai favorit juara di ajang ini.
“Saya puas, tapi kami belum melakukan apa-apa. Ada harapan untuk bermain sepakbola dengan lebih baik. Ini adalah kemenangan penting melawan rival yang bagi saya adalah rival Liga Champions yang memberikan semangat dan kepercayaan diri, tetapi kami harus rendah hati. Kami mendominasi. Ini adalah pertandingan yang sangat lengkap. Anda bisa melihat hasilnya” papar Xavi.
“"Kami bukan favorit, tidak sama sekali. Kami harus tetap bekerja dengan segala kerendahan hati. Kami belum melakukan apa-apa. Kami hanya berada dibabak 16 besar," tegas mantan pemain Barcelona ini.
Terlepas dari hasil akhir dan lolosnya Barcelona di markas Napoli, kedua tim memperlihatkan kepedulian mereka terhadap krisis yang terjadi di Ukraina. Bentangan spanduk Stop War yang dipajang kedua tim sebelum pertandingan sempat terlihat media dan dunia namun segera direbut perwakilan UEFA yang hadir di lapangan saat itu.
UEFA memutuskan untuk tidak menayangkan adegan ini namun meski mencegah spanduk tersebut dilihat oleh jutaan pemirsa, UEFA telah menunjukkan penolakannya terhadap konflik bersenjata di Ukraina.
Melalui sebuah pernyataan, badan ini telah menunjukkan kecaman yang jelas atas apa yang terjadi di Ukraina.
"UEFA berbagi perhatian penting dari komunitas internasional untuk situasi keamanan yang berkembang di Eropa dan mengutuk keras invasi militer Rusia saat ini di Ukraina," komentar UEFA.
Dikutip dari Football Italia, spanduk yang dibentangkan kedua tim sangat mengejutkan. Jelang beberapa jam sebelum pertandingan fans Napoli sudah dari Curva B dilarang membawa spanduk yang berbau politis soal konflik Rusia dan Ukraina.
Napoli dan Barcelona tampaknya tak peduli dengan aturan UEFAyang melarang adanya spanduk berbau politik dalam sepakbola. Ide ini tentu sudah direncanakan karena spanduk itu dalam bentuk cetak print.
Editor: Aspian Nur