Rakuten dan Barcelona sudah bekerjasama sejam musim 2017/2018 silam. Blaugrana memang sedang membutuhkan dana segar di tengah utang yang menggunung dan situasi gaji yang membuat mereka sulit merampungkan pembelian pemain dan kepergian Rakuten berdampak pendek pada finansial Barcelona.
Tahun 2021 lalu pemilik Spotify Daniel Ek mengkonfirmasi niatnya untuk membeli klub London Utara klub yang didukungnya dari Stan Kroenke.
Meskipun miliarder Ek menyiapkan tawaran kedua lebih dari £ 2 miliar (setara dengan Rp38,7 triliun) untuk membeli The Gunners setelah tawaran £ 1,8 miliar atau Rp3,4 triliun ditolak, nyatanya Kroenke tetap tak setuju dengan kesepakatan tersebut.
Daniel Ek yang berasal dari Swedia sejatinya penggemar Gunners masa kecil dan minatnya untuk membeli klub muncul setelah kontroversi terkait adanya Liga Super yang digaungkan beberapa klub April tahun 2021 saat fans Arsenal kecewa dengan Kroenke.
Nyatanya, kerjasama dengan Arsenal tak terwujud dan Spotify sekarang mendekati perjanjian dengan Barcelona yang mencari sponsor untuk menggantikan Rakuten.
Raksasa e-commerce Jepang, Rakuten, akan mengakhiri sponsor kaus klub senilai £25 juta per musim (Rp484 miliar) selama empat musim.
Dilansir dari El Mundo Deportivo, Spotify menggantikan Rakuten, menyalip Tencent, sebuah perusahaan teknologi Cina dan Vegan Nation, yang bersaing jadi sponsor Barca.
Kemitraan awal dengan Rakuten dimulai pada tahun 2017 dengan hubungan bisnis yang dimulai setelah presiden Rakuten Hiroshi Mikitani makan malam dengan bek Barca Gerard Pique dan istrinya Shakira di San Francisco pada tahun 2015.
Pada bulan Juli, hubungan itu berubah menjadi buruk ketika sebuah video muncul dari pemain-pemain papan atas Barca yang muncul untuk mengejek orang-orang Asia saat melakukan tur 2019 ke Timur Jauh.
Upaya Ek untuk membeli Arsenal tahun lalu diawali kerjasama dengan bintang Gunners legendaris seperti Thierry Henry, Patrick Vieira dan Dennis Bergkamp. “Saya sudah menjadi penggemar Arsenal sejak saya berusia delapan tahun,” kata Ek saat itu. “Saya suka sejarah, para pemain, dan tentu saja saya mencintai para penggemar,” ujar Ek.
“Jadi ketika saya melihat itu, saya hanya melihat peluang luar biasa untuk menetapkan visi nyata bagi klub, untuk membawanya kembali ke kejayaannya. Saya ingin membangun kepercayaan dengan para penggemar dan melibatkan para penggemar lagi. Jadi saya sangat serius,” jelas Ek.
Editor: Aspian Nur