Sama seperti Djokovic, Renata disebut belum melaksanakan vaksin sehingga tak bisa melanjutkan kiprah di Negeri Kangguru.
Nasibnya berakhir di ruang karantina setelah otoritas perbatasan Australia memutuskan kedua petenis itu sebenarnya tidak memenuhi persyaratan masuk.
Dilansir dari laman Bangkok Post Sabtu (8/1/2022) hari ini Renata mengaku masa tinggalnya di Melbourne sejauh ini terasa seperti "di penjara".
“Saya berada di sebuah ruangan dan saya tidak bisa pergi ke mana pun,” kata petenis 38 tahun peringkat 81 dunia di nomor ganda itu kepada surat kabar Ceko DNES and Sport. "Jendela saya tertutup rapat, saya tidak bisa membukanya meski hanya lima sentimeter," ungkapnya.
“Ada penjaga di mana-mana, bahkan di bawah jendela. Cukup lucu karena mungkin mereka mengira saya akan melompat dan melarikan diri,” tambah Voracova, menyebut hotel itu sebagai “asrama yang lebih baik”.
“Mereka membawakan saya makanan dan ada penjaga di koridor. Anda harus melaporkan, semuanya dijatah. Saya merasa seperti di penjara. Seperti film aksi,” sebut Renata lagi.
Tidak jelas mengapa pihak berwenang mulai menyelidiki Renata setelah dia awalnya diizinkan masuk ke negara itu.
Tidak divaksinasi terhadap Covid-19, Renata diizinkan masuk dengan pengecualian yang diberikan oleh Tennis Australia baginya untuk bermain di Australia Terbuka setelah pulih dari penyakitnya akhir tahun lalu.
Tetapi pemerintah Australia mengatakan wabah Omicron baru-baru ini bukanlah alasan yang dapat diterima bagi warga negara asing untuk masuk tanpa divaksinasi sepenuhnya.
“Pejabat federal membiarkan saya segera masuk. Saya ditahan di pos pemeriksaan negara bagian Victoria saat mereka mengirim surat-surat saya ke suatu tempat, tetapi kemudian mereka memastikan saya bebas masuk tanpa masalah,” katanya.
Dia bahkan mengatur pertandingan ganda di acara Melbourne WTA menjelang Australia Terbuka yang dimulai pada 17 Januari nanti.
Tetapi pada hari Kamis, otoritas setempat mencabut visanya, menginterogasinya selama beberapa jam dan mengirimnya ke karantina di Park Hotel di Melbourne.
“Rasanya seperti di film laga dan sama sekali tidak menyenangkan,” katanya, yang telah memenangkan 11 gelar ganda WTA selama karirnya.
Tidak seperti Djokovic, petenis nomor satu dunia yang waspada terhadap vaksin, yang sedang menunggu putusan pengadilan tentang pilihannya untuk meraih rekor gelar Grand Slam ke-21, Renata berencana untuk pulang.
“Saya harus meminta visa lagi dan menunggu selama seminggu, dikurung di hotel, tanpa pelatihan… itu tidak masuk akal. Saya menunggu izin (pergi) untuk pulang," paparnya.
Voracova mengatakan dia mungkin berakhir ditahanan karena perhatian yang diberikan kepada Djokovic.
"Saya tidak mengerti mengapa mereka datang kepada saya setelah seminggu dan berkata, lihat, aturan yang berlaku tidak berlaku lagi," ujar Renata
Tapi dia tidak memiliki perasaan keras terhadap bintang Serbia itu. “Saya ingin mereka membiarkan dia bermain. Kami adalah atlet, kami datang ke sini untuk bermain tenis dan bukan untuk menangani perselisihan di belakang layar,” tegasnya.
Editor: Aspian Nur