Nyawa Marcos tak bisa diselamatkan setelah sempat mendapat perawatan di rumah sakit tersebut. Sebelum meninggal, dalam latihan Marcos yang berposisi sebagai bek sempat mengeluh sulit bernapas selama sesi pra-musim kepada rekan satu timnya.
Marcos sejatinya pemain yang paling disenangi fans Deportivo karena sukses memenangkan gelar divisi kedua musim lalu, dinobatkan sebagai juara Liga de Ascenso pada bulan Desember 2021 pada hari dimana dirinya berulang tahun ke-25.
Hernan Maldonado, Presiden Klub Deportivo menyampaikan kabar kematian Marcos tersebut.
"Semua terkejut dengan tragedy ini. Dia pemain muda, dinamis dan periang, tapi tragedy ini terjadi padanya. Sangat mengejutkan karena kami kehilangan bukan hanya seorang pemain tapi juga kehilangan seorang teman,” papar Hernan dilansir dari laman Dailymirror.co.uk Rabu (5/1/2021) hari ini.
“Tuhan memiliki rencana dan tujuannya. Sekitar jam sebelas mereka menelepon saya untuk memberi tahu Marcos pingsan saat latihan. Mereka memindahkannya ke rumah sakit tapi sayangnya nyawanya tak tertolong,” ujar Hernan lagi.
Kematian Marcos bukan yang pertama mengejutkan sepakbola Eropa dalam beberapa pekan terakhir dan juga bukan serangan jantung pertama.
Sebelumnya ada pesepakbola Kroasia Marin Cacic meninggal dalam keadaan yang sama sebelum Natal setelah tiba-tiba pingsan saat latihan.
Pemain berusia 23 tahun itu didiagnosis menderita gagal jantung tak lama setelah dilarikan ke rumah sakit terdekat. Sama halnya dengan Marcos, para dokter berjuang menyelamatkan hidup Cacic, meski sayangnya upaya mereka gagal dan pemain Kroasia itu dinyatakan meninggal pada 23 Desember.
Dalam catatan Korankaltim.com, sudah ada beberapa pemain ternama di Eropa yang pingsan selama 12 bulan terakhir, termasuk serangan jantung Christian Eriksen saat memperkuat Denmark di Euro 2020. Mantan gelandang Tottenham Hotspur itu pingsan saat Denmark menghadapi Finlandia.
Editor: Aspian Nur