Setelah gagal menembus final di ajang AFF Cup 2020 dimana mereka menjadi tuan rumah karena dihentikan Indonesia di semi final pekan lalu, pelatih mereka Tatsuma Yoshida langsung memastikan mengakhiri kontrak sebagai bentuk tanggungjawab atas kegagalan tersebut
Di Bandara Changi Singapura Kamis (30/12/2021) siang tadi, meski tidak semua namun beberapa pemain The Lions bersama keluarga mereka mengantarkan Tatsuma Yoshida untuk pulang ke Jepang.
Yoshida dan Asosiasi Sepak Bola Singapura (FAS) mengumumkan mereka akan berpisah dan sang pelatih berusia 48 tahun itu langsung pulang ke negaranya.
Sejatinya Sekjen FAS Yazeen Buhari sudah membujuk Yoshida untuk memperpanjang masa tinggalnya di Singapura namun tak membuat sang pelatih mengurungkan niat untuk tetap kembali ke negaranya.
Dilansir dari mothership.sg hari ini, foto-foto pelepasan Yoshida di Bandara Changi diunggah oleh halaman Facebook ASEAN FOOTBALL
Foto-foto tersebut memperlihatkan sekelompok suporter di aula keberangkatan Terminal 1, termasuk para pesepakbola timnas dan keluarganya melepas kepergian Yoshida.
Yoshida juga tampak membawa syal hitam dan kuning dari Tampines Rovers Football Club dan memegang bingkai foto dirinya bersama Buhari, mengabadikan momen di mana ia dihadiahi jersey saat resmi ditunjuk sebagai pelatih.
Yoshida sepertinya memberikan kesan mendalam dihati pemain Singapura. Sejumlah pemain memposting pesan perpisahan pribadi di media sosial mereka masing-masing dengan ucapan selamat dan terima kasih untuk Yoshida.
Penampilan Singapura di Piala AFF Suzuki tahun ini dipuji oleh banyak orang sebagai kemenangan bagi sepak bola lokal, termasuk Yoshida sendiri, yang memuji tim tersebut, dengan mengatakan dia "tergerak oleh semangat juang mereka".
Tuan rumah tersingkir dalam kekalahan 4-2 dari Indonesia di leg kedua semifinal, Yoshida menyebutnya sebagai permainan terbaik yang pernah mereka mainkan sejak dia mengambil alih sebagai pelatih meski hanya tampil dengan 8 orang di atas lapangan hingga 120 menit pertandingan berlangsung.
"Saya merasa senang bekerja dengan mereka dan saya sangat bangga dengan mereka. Mentalitas pantang menyerah ini adalah hal yang paling penting... kami menunjukkan kami dapat berkembang, menjadi lebih kuat dan membawa sepak bola Singapura ke tingkat yang lebih tinggi,” ujar Yoshida usai pertandingan itu.
Yoshida mengatakan dirinya akan merindukan tim dan merindukan Singapura.
Editor: Aspian Nur