Dilansir dari laman Thesun.co.uk Senin (27/12/2021) hari ini, petarung berusia 41 tahun berjulukan The Undertaker itu meninggal di rumahnya di Ciney, Belgia, setelah memutuskan untuk melakukan isolasi mandiri saat diketahui terpapar corona.
Juara dunia tiga kali itu yang dipaksa untuk mendapatkan bantuan medis oleh pelatihnya pada bulan November, berbagi foto dirinya di ranjang rumah sakit dalam perawatan intensif bernapas melalui tabung oksigen.
Setelah keluar dari rumah sakit, Sinistra dilaporkan merawat dirinya sendiri dengan oksigen di rumah. Kematian Sinistra diumumkan oleh sang istri dalam sebuah posting Facebook.
"Dari lubuk hati saya, terima kasih atas dukungan Anda dan semua penghargaan Anda yang luar biasa untuk suami saya," tulisnya. “Suami saya adalah pria yang murah hati dengan hati yang besar yang ingin membantu orang lain apa pun yang terjadi.” imbuhnya.
Saat terpapar Covid-19 Sinistra sempat membagikan video dimana dirinya berjuang untuk bernapas dan menuliskan kalimat “tidak punya waktu untuk dihabiskan dengan orang-orang malas” ujar Sinistra yang dikenal sebagai orang terkuat di Belgia.
Sinistra diketahui satu dari beberapa orang yang anti vaksin dan sempat menulis kalau "virus kecil" corona tidak akan menghentikannya dan mengajukan keberatannya terhadap langkah-langkah pemerintah untuk penanganan Covid.
Sinistra terakhir aktif online pada 13 Desember lalu tetapi diketahui meninggal dunia akhir bulan ini dan bukan karena corona tapi mengalami serangan jantung. Dia dirawat di rumah sakit setelah dipaksa oleh pelatihnya Osman Yigin, menurut Sudinfo, untuk menjalani perawatan.
Editor: Aspian Nur