Bedanya, kalau Usain Bolt berlari demi prestasi dan uang, maka dinosaurus berlari untuk mencari makan atau menghindari perkelahian.
Bolt yang mendapat julukan The Thunder karena kecepatan larinya seperti kilat merupakan pemegang rekor dunia lari estafet 100m, 200m dan 4 × 100m. Bolt berhasil menorehkan prestasi sebagai pelari tercepat di dunia saat tampil di Kejuaraan Atletik Dunia di Berlin, Jerman, pada tahun 2009 silam, dimana saat itu kecepatan lari Bolt mencapai maksimum 27,8 mph di nomor sprint berjarak 100 meter.
Kalau apa yang dilakukan Bolt terjadi 12 tahun lalu, maka 120 juta tahun silam dirinya mungkin memiliki saingan yaitu dinosaurus.
Mempelajari jejak kaki yang ditemukan di Spanyol, para ilmuwan percaya mereka telah mengetahui seberapa cepat kelompok dinosaurus theropoda berlari. Ternyata mereka juga bisa mencapai kecepatan hingga 27,8 mph.
Siapa yang akan memenangkan perlombaan di antara keduanya? Sayangnya para ilmuwan meragukan Bolt akan mampu berlari lebih cepat dari theropoda. "Mereka berukuran sedang tetapi lebih besar dari manusia," kata peneliti Pablo Navarro Lorbes dilansir dari laman The Sun Jumat (10/12/2021) hari ini. "Mereka mungkin bisa mengejar Usain Bolt," imbuh mereka.
Bolt masih memiliki peluang yang lebih baik daripada rata-rata orang yang bisa berlari cepat. Menurut Healthline, rata-rata pria berusia antara 20 dan 40 hanya dapat melakukan sekitar 5,9 mph, sedangkan untuk wanita sekitar 5 mph.
Jejak kaki adalah fokus utama penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature, - tetapi harus dibandingkan dengan banyak data dan pendekatan oleh ahli paleontologi lainnya.
Theropoda mungkin termasuk dinosaurus tercepat pada masanya, tetapi ada kelompok lain yang bisa berlari sangat cepat, termasuk mangsanya.
Saat itu juga tidak ada hewan tercepat di dunia, Cheetah, yang dapat mencapai kecepatan sekitar 60mph, setara dengan kecepatan lari 90,5 kilometer per jam.
Editor: Aspian Nur