Empat bulan setelah kematian John, Jenny McCann, saudara kembar pria itu, membagikan kisah sedih yang dirasakannya setelah kematian itu dimana John sempat mengirim pesan teks terakhir dari saudara lelakinya itu sebelum meninggal dunia.
Jenny berbicara dengannya di telepon sebelum dia dibius dan mengatakan betapa John sangat mencintainya. "Jangan biarkan mereka menyerah padaku," tulis John kepada Jenny dilansir dari laman Dailymirror.co.uk Senin (6/12/2021) hari ini seusai mereka berbicara lewat telepon.
Itu adalah pesan terakhir yang diterima Jenny dari saudara kembarnya yang meninggal pada 27 Juli 2021 silam. Saat di rumah sakit, John mengalami infeksi dan organ-organ di dalam tubuhnya mulai rusak.
Jenny mengatakan keluarga besarnya terkejut ketika ayah satu anak dibawa ke rumah sakit dan meninggal empat minggu kemudian.
Jenny menggambarkan John sebagai orang yang paling fit dan paling sehat yang dia kenal. "Satu-satunya kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya yang dia miliki adalah kepercayaan pada keabadiannya sendiri. Dia pikir jika dia tertular Covid-19 dia akan baik-baik saja,” papar Jenny.
"Dia pikir hanya akan mengalami penyakit ringan, karena itu dia tidak mau divaksin,” imbuhnya.
Jenny mengungkapkan kalau John sempat memberi tahu konsultannya dan berharap divaksinasi sebelum menggunakan ventilator. "Saudara kembar saya yang berusia 42 tahun meninggal di ITU karena Covid-19 minggu lalu. Dia meninggal tepat empat minggu setelah dites positif," paparnya.
John mendapat pengawasan ketat dengan setiap obat di rumah sakit tapi itu tak berhasil menolong nyawanya. "Mereka memberikan semua obat dan melakukan apa saja, tetapi akhirnya infeksi dan kegagalan organ merenggut nyawanya. Sebelum dia diberi ventilasi John berharap bisa divaksinasi,” ucap Jenny lagi.
“Kematiannya adalah tragedi. Seharusnya tidak terjadi. Dia meninggalkan ibu dan ayah, saudara perempuan (saya) dan anak perempuan berusia 19 tahun," kata Jenny dengan nada sedih.
John digambarkan sebagai pria yang menyenangkan yang berpakaian seperti Sinterklas pada Hari Natal. "Ibuku ingin orang tahu tentang John. Untuk kisahnya menyelamatkan hidup seseorang. Untuk rasa sakit dan kehilangan mendorong orang untuk mendapatkan vaksin," paparnya.
Putri John, Macey May Curran yang berusia 19 tahun memberikan penghormatan kepada ayahnya pada Agustus lalu.
"RIP superhero kehidupan nyata saya, sahabat saya, ayah saya. Tolong, tolong, tolong vaksin, saya adalah salah satu dari mereka gadis-gadis muda yang hanya mendapatkan vaksin untuk pergi liburan tetapi sekarang saya telah melihat kenyataan dari apa yang sebenarnya dilakukan Covid pada kita,” kata Macey. "RIP pahlawanku, aku selalu mencintai dan merindukanmu ayah," tutupnya.
Editor: Aspian Nur