Namun saudara kembar itu saat ini dilaporkan tengah diselidiki karena bekerja secara illegal yang pastinya membuat Ronaldo juga bakal terimbas.
Sergio dan Jorge sendiri bukanlah pengawal biasa. Mereka mantan tentara yang bertugas di Afghanistan dengan untuk pasukan elite.
Dilansir dari Thesun.co.uk Rabu (1/12/2021) hari ini, Sergio dan Jorge bertugas selama puncak perang pada 2003 silam. Setelah keluar dari militer, keduanya menjadi bagian dari unit kepolisian Portugal (PSP) yang bertugas menjaga para politisi dan hakim.
Sergio dan Jorge dilaporkan menghadapi proses disipliner ketika mereka kembali ke PSP karena memilih menjaga Ronaldo yang berstatus sebagai olahragawan.
Sergio dan Jorge juga memiliki satu saudara lain bernama Alexandre, yang juga bekerja sebagai polisi.
Bodyguard kembar itu mencuri perhatian ketika menemani Ronaldo ke bandara Manchester untuk melakoni laga Liga Champions melawan Young Boys, September lalu.
Pemandangan keduanya saat mengawal Ronaldo juga sempat tertangkap kamera ketika CR7 kembali dari jeda internasional usai Portugal kalah 1-2 dari Serbia pada 15 November lalu.
Majalah selebriti Portugis Flash mengatakan si kembar telah disewa oleh Ronaldo setelah mereka meminta cuti tidak dibayar dari polisi PSP untuk mengejar kepentingan lain.
Tetapi pasangan itu sedang diselidiki atas tuduhan bahwa mereka memberikan perlindungan tertutup yang tidak sah di negara asal mereka.
Sergio dan Jorge identitasnya sejatinya belum dipublikasikan, namun saat membantu Ronaldo, keduanya langsung mencuri perhatian.
Laporan pada saat itu mengatakan pemain internasional Portugal dan keluarganya akan menerima perlindungan sepanjang waktu setelah kembali ke Old Trafford.
Di masa lalu Cristiano pernah dilindungi oleh mantan petarung MMA dan mantan pasukan terjun payung elit, Nuno Marecos, saat masih di Real Madrid.
Saat identitasnya diumumkan pada Juni 2018, Nuno digambarkan sebagai pemimpin sekelompok pria yang berbasis di sebuah kota dekat Lisbon yang menghibur orang banyak dalam adu banteng alias matador selama waktu luang.
Editor: Aspian Nur