432 balapan sudah dilewati Rossi selama 26 musim, meraih tidak kurang dari sembilan gelar juara dunia, mulai dari kelas 125 cc (1997), 250 cc (1999) dan tujuh dari kelas 500 / MotoGP (2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2008 dan 2009).
Meski hanya finish di posisi ke-10 di balapan Valencia kemarin, namun sejatinya Rossi-lah juara sejatin di ajang ini setelah mendapat kehormatan layaknya juara besar. Selebrasi yang tak akan terlupakan bagi pebalap terhebat di dunia ini.
Suka atau tidak nama besar Valentino Rossi telah identik dengan MotoGP karena bicara soal balapan kuda besi, pasti yang diingat adalah Rossi.
"Saya merayakannya seperti juara Piala Dunia,” ujar Rossi usai lomba di Valencia seperti dilansir Marca.com Senin (14/11/2021) hari ini.
“Akhir pekan yang sangat istimewa. Saya tidak mengharapkannya seperti ini, tapi semua memang harus berlalu. Semua sudah terasa sejak tengah pekan tadi, ada sembilan motor dan helm juara yang pernah saya gunakan. Ini bukan sesuatu yang sangat mudah atau sangat normal. Saya bisa finis di '10 besar', saya menyelesaikan karir diantara sepuluh pebalap terbaik di dunia,” papar pria 42 tahun ini. "Aku tidak menangis sekarang tapi mungkin malam nanti,” ungkapnya.
Rossi juga mengungkapkan bagaimana kebersamaannya dengan tim. “Kami bekerja sangat baik dengan tim dan motor sudah membaik di latihan bebas ketiga. Bagnaia banyak membantu saya. Mulai dari 10 besar adalah balapan lain. Saya merasakan motivasinya. dan kekuatan seolah-olah saya akan berjuang untuk Piala Dunia. Itu tidak mudah. Saya mendapat banyak tekanan, tetapi, bagi saya, yang paling penting adalah balapan. Saya membalap dengan sangat baik, dengan konsentrasi, tanpa kesalahan,” kata Rossi lagi.
Rossi juga berbicara mengenai calon bintang di MotoGP masa mendatang. “Saya penggemar berat semua pembalap. Franco (Morbidelli) dan Pecco (Bagnaia) berharap mereka akan berjuang untuk kejuaraan dunia tahun depan. Semoga salah satu dari mereka akan menjadi bintang berikutnya. Saya juga mendukung Luca (Marini) dan Bezzecchi," sebutnya
“Hal pertama yang saya sesali adalah ini sudah berakhir dari seluruh karir saya. Saya menginginkan gelar kesepuluh, tetapi saya hanya memenangkan sembilan. Ya, saya akan menambahkan upaya yang saya lakukan dalam sepuluh tahun terakhir ini ke yang pertama saya bisa menang lebih banyak," katanya.
Rossi juga berkomentar mengenai kehadiran mantan pesepakbola asal Brasil, Ronaldo Luiz Nazario Lima.
"Dia adalah idola saya, atlet terbaik. Saya sangat senang melihatnya di San Siro dalam derby Milan. Dia memberi saya apa yang saya pikir saya berikan kepada penggemar saya. Dia membantu saya memahaminya," ucap Rossi.
Editor: Aspian Nur