Hal itu diketahui dalam persidangan di Cardiff Crown Court, Cardiff, Inggris Kamis (28/10/2021) kemarin waktu setempat dimana fakta persidangan menyatakan kalau David Henderson, penyedia jasa penerbangan, dinyatakan bersalah atas kematian Sala.
Dilansir dari laman Dailymail.co.uk Jumat (29/10/2021) hari ini, David Henderson terancam hukuman maksimal lima tahun penjara karena mempekerjakan pilot yang sangat tidak memenuhi syarat demi menghemat biaya namun mengabaikan keselamatan orang lain.
Lewat pesan yang dikirimkannya kepada David Ibbotson, pilot pesawat tersebut, Henderson meminta kepada Ibbotson untuk membawa Sala yang bersusia 28 tahun pada malam hari ke Cardiff karena dirinya sedang berlibur padahal sang pilot tidak memiliki lisensi pilot komersial atau kualifikasi untuk terbang di malam hari, masih ditambah dengan lisensi untuk menerbangkan Piper Malibu telah kedaluwarsa.
Henderson yang berusia 67 tahun hadir dalam persidangan di Cardiff Crown Court awalnya percaya dirinya tidak bersalah. Nyatanya persidangan mengungkapkan dia menjalankan bisnis dengan tidak baik karena saat kejadian justru menghadiri pernikahan putranya di Paris pada akhir pekan saat pesawat yang ditumpangi Sala jatuh.
Ketidakpedulian mantan perwira RAF itu terhadap nyawa manusia demi menghasilkan uang menjadi jelas. Saat Ibbotson yang berusia 59 tahun jatuh bersama Sala dan jasadnya tak ditemukan sampai saat ini, Henderson bahkan tidak meluangkan waktu untuk menelepon istri sang pilot, Nora Ibbotson. "Saya tidak punya nomor teleponnya," kata Henderson kepada hakim.
Henderson justru mengirim pesan singkat kepada teman-temannya untuk menutupi jejaknya tentang mempekerjakan pilot yang tidak sesuai. “Ibbo jatuh bersama Malibu dan membunuh dirinya sendiri bersama penumpang VIP! Bencana berdarah. Akan ada penyelidikan. Tetap diam,” tulis Henderson dalam pesan singkat itu kepada teman-temannya.
Kepada istri Ibbotson, sejatinya Henderson sudah mengakui bersalah namun tetap berupaya melepaskan diri dari tanggungjawab atas kematian Sala. Di pengadilan terungkap pula fakta kalau Ibbotson berpura-pura mendapatkan lisensi penerbangan malam dan memohon tambahan biaya untuk liburan ke Australia dan mengikuti pelatihan.
Sejatinya pengalaman Ibbotson untuk jadi pilot pesawat di siang hari pun tidak memadai menurut rekannya sendiri.
“Pengalaman Ibbotson menarik! Dia ada di mana-mana,” kata teman Henderson yang sempat mengambil alih kendali saat menjadi co-pilot dalam satu kesempatan terbang bersama. Pemilik pesawat Malibu, Fay Keely, yang telah menyerahkan manajemennya kepada Henderson, diberitahu oleh Otoritas Penerbangan Sipil tentang bagaimana Ibbotson telah melampaui posisi pemberhentian landasan pacu dan secara ilegal menyimpang di luar jalur penerbangan sebelum kejadian itu.
Enam bulan sebelum penerbangan Sala yang naas, Keely menginstruksikan Henderson untuk berhenti menggunakan Ibbotson namun tak dihiraukan oleh sang pebisnis. Pada penerbangan ke Nantes dengan Sala, sudah ada petunjuk pesawat mengalami kerusakan mekanis yang serius. Ibbotson memberi tahu Henderson dia mendengar suara ledakan kecil. Perbaikan tergesa-gesa dilakukan setelah pesawat Piper Malibu N264DB mendarat di Prancis.
Ketika Ibbotson bersiap untuk menerbangkan Sala kembali ke Cardiff dari Nantes, Henderson masih sempat menjelajahi situs web cuaca dari Paris untuk melihat apa yang bisa dilakukan Ibbotson tentang perjalanan 90 menit ke Cardiff dan nyatanya apa yang dikhawatirkan terjadi.
Sadar bahwa Ibbotson tidak memiliki keterampilan dasar untuk terbang dengan autopilot dalam kondisi visibilitas yang buruk, dia menyarankan Ibbo terbang dengan instrumennya jika dia tidak bisa menembus kabut. Sebuah pesan teks tindak lanjut mengungkapkan kalau Henderson dan Ibbotson sedang berjudi dengan musibah. “Beri tahu saya tentang apa yang terjadi disana,” ucapnya kepada Ibbo sesaat sebelum pesawat jatuh.
Pertaruhan besar ini diperparah oleh permintaan agen Sala, Willie McKay, agar penerbangan kembali dari Nantes ditunda selama satu jam hingga pukul 7 malam. Itu berarti mereka akan lepas landas dalam gelap. Henderson dengan cepat mengirim SMS balasan ke McKay, untuk memberi tahu waktu penerbangan yang dijadwalkan ulang akan dikenakan biaya tambahan.
"Ada diskusi tentang biaya tambahan di Cardiff karena dia ingin berangkat dengan waktu bukan seperti rencana awal," katanya kepada pengadilan.
Henderson seolah mencoba melemparkan kesalahan kepada McKay dengan menyatakan sang agen sangat terobsesi untuk mendapatkan pilot dalam waktu singkat. “Saya tidak tahu apakah dia akan peduli tentang kurangnya kualifikasi Ibbotson,” ucap Henderson.
McKay seharusnya juga tidak terlibat dalam transfer Sala karena tidak terdaftar sebagai agen di FA atau otoritas Prancis dan telah didiskualifikasi ketika terdaftar bangkrut pada tahun 2015. Namun dia begitu terobsesi dengan nilai uang 15 juta poundsterling, setara dengan Rp231,9 miliar, dari Nantes ke Cardiff sehingga membombardir Henderson dengan panggilan agar pesawat segera disiapkan.
Ada enam panggilan dalam tujuh hari, masing-masing berlangsung kurang dari satu menit karena McKay hanya mengeluarkan instruksi agar transfer segera dituntaskan. "Dia sangat ngotot," ungkap Henderson.
Ketika kecelakaan itu terjadi, Henderson menolak untuk diwawancarai. Namun dalam persidangan, semua terungkap.
Keheningan panjang terjadi saat dia berjuang untuk membuktikan klaim Ibbotson terbang secara legal dengan pesan teksnya sendiri tentang 'melanggar' aturan. "Bukankah benar bahwa Anda tidak ingin ada orang yang melihat bagaimana Anda menjalankan penerbangan ini karena Anda menjalankannya secara ilegal," cecar jaksa Martin Goudie QC bertanya kepada Henderson. “Mungkin ada unsur seperti itu,” jawabnya.
Pemeriksaan atas kematian Sala, yang dijadwalkan pada Februari 2022 mendatang akan mengungkapkan apakah penunjukkan Ibbotson sebagai pilot oleh Henderson hanyalah bagian dari skandal itu. Laporan Cabang Investigasi Kecelakaan Udara telah menemukan data Sala dan pilot sama-sama menderita keracunan karbon monoksida ketika pesawat menabrak Selat Inggris, yang disebabkan oleh kesalahan pada knalpot knalpot yang memungkinkan gas masuk ke kabin melalui sistem pemanas.
Tidak ada monitor karbon monoksida di dalam pesawat. Itu akan menelan biaya £14 atau setara dengan Rp100 juta lebih untuk memasangnya. Diketahui pesawat bermesin tunggal tersebut hilang dari radar di dekat mercusuar Casquets yang berada di Alderney, Kepulauan Channel.
Henderson di pengadilan menyatakan Sala memiliki hak untuk mengetahui pilotnya tidak memiliki izin untuk terbang dalam kegelapan. Namun itu tak dilakukan Sala dan juga tidak diinformasikan kepada pemain tersebut.
Editor: Aspian Nur