Kehadiran penonton itu membuat Hamilton sedih namun tidak bisa melakukan atau mengatakan apa-apa tentang itu karena dia "tidak punya siapa-siapa" saat itu.
"Saya ingat rasa sakit yang saya rasakan hari itu, tetapi saya tidak mengatakan apa-apa tentang itu; saya tidak memiliki siapa pun. Tidak ada yang mengatakan apa-apa untuk mencegah itu terjadi dan saya tetap melanjutkan persiapan untuk membalap sementara penonton berwajah hitam itu tetap berada di belakang saya,” kata Hamilton dilansir dari laman Thesun.co.uk.
Kurangnya rasa simpati di F1 membuat Hamilton tahu mengapa jarang ada pebalap kulit hitam yang ambil bagian di ajang ini.
“Kebanyakan orang tahu perjalanan saya ke F1 dan pengalaman saya menjadi pembalap F1 berkulit hitam pertama. Berada di F1 saya sering melihat sekeliling saya dan bertanya-tanya mengapa saya adalah salah satu dari sedikit orang dengan kulit hitam dan ini bukan hanya tentang saya tetapi juga peluang kerja mekanik, insinyur, pemasaran, dan akuntansi yang semuanya tidak ada orang kulit hitam,” paparnya.
"Ketika saya sukses dan berprestasi, saya berpikir untuk berada di depan, membuka lebih banyak pintu untuk bakat kulit hitam, tetapi pada akhir 2019, saya berada di Abu Dhabi dan saya melihat foto tim dan itu adalah pengingat yang jelas saat saya memperbesar gambar-gambar itu tentang betapa sedikit kemajuan yang telah dibuat dalam olahraga menjadi lebih inklusif,” tegasnya.
Hamilton pun sudah membentuk tim untuk mengetahui kenapa sangat sulit menemukan pebalap berkulit hitam di F1. “Saya tahu saya perlu berbuat lebih banyak dan dari mana ide, namun dengan penelitian ekstensif dari tim, kami menyadari bukan hanya industri motorsport yang perlu diubah,” jelasnya.
"Kami menemukan masih ada masalah sistemik yang dihadapi kaum muda kulit hitam di semua tingkat sistem pendidikan yang perlu ditangani. Jadi kami telah mengembangkan 10 rekomendasi terakhir untuk mengatasi masalah keragaman di motorsport Inggris,” ujarnya.
Hamilton berharap nantinya ada kemajuan yang berarti dalam jangka panjang untuk F1 dengan orang yang berkulit hitam. “Kami harus memastikan temuan ini tidak diabaikan," tutupnya.
Editor: Aspian Nur