Ini merupakan kemenangan kedua Fury setelah dalam dua pertemuan sebelumnya berakhir seri karena Wilder sempat juga satu kali mengalahkan Fury.
Kemenangan membuat Fury sesumbar mengatakan kalau dirinya adalah yang terbaik, petinju kelas berat terbesar di dunia dan menuduh Wilder gagal “Saya petinju kelas berat terbaik di dunia dan dia yang terbaik kedua,” tegas Fury usai pertandingan dilansir dari Dailymail.com hari ini.
Kalau ada petinju yang kalah tapi beruntung itu adalah Anthony Joshua karena setelah ditumbangkan Oleksandr Usyk beberapa waktu lalu, sudah pasti dirinya tak seimbang kalau melihat bagaimana keganasan Tyson Fury yang digadang jadi lawan dirinya selanjutnya.
“Dia pecundang, idiot. Dia tidak bisa menunjukkan nyali atau rasa hormat” imbuh Fury menunjuk kepada Bronze Bomber, julukan Wilder.
Fury yang berusia 33 tahun mengatakan Wilder menolak untuk memeluknya di akhir trilogi thriller mereka setelah bertahun-tahun bermusuhan kelas berat, hal mana yang membuatnya marah dan menuding sang lawan tak punya rasa hormat.
“Saya berkata kepadanya “bagus, sobat" dan dia berkata "Saya tidak ingin menunjukkan sportivitas atau rasa hormat". Saya bilang "tidak masalah," ungkap Fury mengenai percakapannya dengan Wilder usai pertandingan.
"Saya seorang olahragawan," tambah Fury dalam sebuah wawancara di BT Sport. “Saya pergi ke (Wilder untuk) menunjukkan cinta dan rasa hormat tapi dia menolaknya, jadi saya hanya bisa berdoa untuknya,” jelas Fury lagi.
Seperti biasa, Fury mengakhiri pertandingan dengan gaya khasnya - menyanyikan 'Walking in Memphis' tanpa iringan music dengan hanya menggunakan mikrofone.
Editor: Aspian Nur