Ironisnya, ketiga pemain itu adalah mereka yang juga berlaga pada Piala Eropa atau Euro 2020 dimana Inggris jadi finalis dan kalah dari Italia pada final Juli 2021 lalu di Wembley, London.
Untuk melaju ke Qatar, pasukan Gareth Southgate hanya memerlukan poin tambahan dari dua laga sisa saat menghadapi Andorra dan Hungaria Oktober bulan ini.
Piala Dunia 2022 di Qatar tahun depan memastikan pemain yang tak divaksin tidak boleh berlaga, hal mana yang membuat banyak pemain penentang vaksinasi “memberontak”.
Ada pemain yang sudah mengklaim dirinya tak perlu mendapat vaksin karena masih muda dan bugar untuk terkena virus, padahal sudah ada bukti virus dapat merusak kesehatan orang yang lebih muda, yang juga dapat menyebarkannya.
Ada juga pemain yang menolak vaksin setelah percaya pada "teori konspirasi" yang aneh kalau suntkan itu adalah alat bagi pemerintah untuk memata-matai orang sementara ada juga yang terpengaruh oleh istri mereka untuk tidak divaksin.
Karena itulah lima pemain dalam skuat Inggris yang menolak divaksin bisa jadi penyebab kegagalan mereka berangkat ke Qatar.
Tak disebutkan siapa saja pemain yang menolak divaksin dengan berbagai alasan itu namun disinyalir mereka memiliki peran utama saat berlaga di Euro 2020 dua bulan lalu.
Timnas Inggris akan berangkat ke Andorra pekan depan untuk melakoni laga kualifikasi ke-7 mereka dan perjalanan ke Pyrenees bertepatan dengan pelonggaran pembatasan perjalanan bagi mereka yang divaksinasi penuh. Karena itulah lima pemain dari skuat Tiga Singa kemungkinan harus menjalani karantina kalau tetap ingin bersama tim.
Banyak fans yang khawatir polemic ini bisa membuat keretakan di dalam tim Inggris yang sudah sangat kuat mengingat Southgate memimpin kampanye vaksinasi sejak Juli lalu.
“Tidak diragukan lagi program vaksinasi adalah jalan keluar terbaik kami dari masalah ini,” kata Southgate dalam sebuah unggahan video mendukung kegiatan vaksinasi Covid-19 di negaranya dilansir dari laman Thesun.co.uk Sabtu (2/10/2021) hari ini.
Informasi yang didapatkan, keretakan mulai terasa di skuat Inggris. “Kamar ganti dan grup Whatsapp dipenuhi dengan teori konspirasi anti vaksinasi. Banyak pemain senior telah ditipu oleh argumen dan mitos online yang menentang vaksin,” tulis sebuah sumber.
“Mereka menolak untuk mengubah arah. Jika Qatar terus maju dengan rencana untuk menuntut paspor vaksin Covid dari penggemar dan pemain, keretakan itu akan mencapai puncaknya,” tulis sumber itu lagi.
Wakil Kepala Petugas Medis Inggris Jonathan Van Tam telah direkrut untuk menjelaskan manfaat suntikan vaksinasi dan menghilangkan mitos dengan pesan video khusus yang didistribusikan melalui aplikasi ke semua pemain.
Namun hal itu nyatanya mendapat pertentangan. “Ada pemain yang mengatakan kepada saya dia tidak memerlukan vaksin karena dia dapat meningkatkan kekebalannya dengan mengonsumsi vitamin,”kata dokter dalam tim Inggris.
“Beberapa hal yang mereka baca dan mereka mempercayainya,. Pemain mengatakan itu (vaksinasi) akan membuat mereka tidak subur, bagian dari plot yang melibatkan Bill Gates, pandemi hanyalah propaganda. Ironisnya, mereka mempengaruhi pemain muda lainnya,” ungkapnya.
Menteri Olahraga Inggris Nigel Huddleston mengaku kecewa dengan kenyataan itu. “Sangat mengecewakan mendengar ada beberapa pemain yang tidak mau divaksinasi, mungkin karena kesalahan informasi online,” kata Huddlestone.
Namun juru bicara asosiasi sepakbola Inggris, FA, menegaskan sampai saat ini skuat Inggris masih focus dan terganggu dengan situasi yang terjadi.
“Ini adalah masalah pribadi bagi individu dan klub masing-masing tempat mereka bermain. Persiapan kami untuk pertandingan internasional tetap seperti biasa,” tegas mereka.
Editor: Aspian Nur