Dalam
keadaan koma, dia diterbangkan ke Rumah Sakit Grenoble, Prancis dan ditangani
secara medis hingga Juni 2014 selanjutnya menjalani rehabilitasi lebih lanjut
di rumah sakit di Lausanne, Swiss sebelum dipindahkan ke rumahnya untuk
menerima perawatan medis dan rehabilitasi secara pribadi pada September 2014 hingga
sekarang.
“Michael Schumacher mengeluh tentang kondisi salju di Pegunungan
Alpen dan sebenarnya menyarankan kami terbang ke Dubai untuk terjun payung
daripada main ski,” ungkap Corinna dilansir dari laman Dailymail.com. “Saya
merindukan Michael setiap hari, bukan hanya aku tapi juga anak-anak, keluarga,
ayahnya, semua orang di sekitarnya. Semua orang merindukan Michael, tapi
Michael ada di sini dalam kondisi berbeda dan menunjukkan kepada kami betapa
kuatnya dia setiap hari,” papar Corinna.
Tak disangka itu adalah sebagian dari
kalimat terakhir yang didengar Corinna dari Schumi sebelum peristiwa tragi situ
terjadi yang melibatkan anaknya, Mick, yang saat itu berusia 14 tahun namun
berhasil selamat. Corinna selalu percaya “malaikat pelindung” mengawasi suaminya.
"Dia selalu berhasil melewati balapan diatas sirkuit bahkan juara dengan
aman, itu yang membuat kami yakin dia memiliki malaikat pelindung yang
mengawasinya setiap saat,” sebutnya lagi.
''Saya tidak pernah menyalahkan Tuhan
dengan apa yang terjadi pada suami saya karena kami anggap itu nasib buruk yang
bisa dialami siapa pun dalam hidup mereka,” tegasnya. Corinna sempat mendapat
kritik dari banyak orang karena tak pernah mengungkapkan kondisi sebenarnya
dari sang suami. Namun dirinya menghargai privasi dan itulah sebabnya keluarga
Schumi memilih untuk tidak membocorkan semuanya.
“Kami melakukan terapi. Kami
melakukan segala yang kami bisa untuk membuat Michael lebih baik dan memastikan
dia nyaman," kata Corinna. Corinna dan Michael menikah pada tahun 1995 dan
memiliki dua anak, Gina yang berusia 24 tahun dan Mick 22 tahun dan mengikuti
jejak sang ayah jadi pembalap di tim Haas. Gina dan Mick muncul dalam film
dokumenter tersebut.
Film dokumenter itu mengungkapkan video arsip baru
Michael, termasuk dari pernikahannya. “Dia benar-benar lucu. Aku jatuh cinta
padanya hanya karena dia adalah orang yang luar biasa. Saya hanya merasa bahwa
dia adalah sesuatu yang istimewa bagi saya,” ungkap Corinna mengenai kisah awal
pernikahannya. 'Saya pikir saya sangat beruntung telah bertemu Michael.
Dia
adalah orang yang paling menyenangkan yang pernah saya temui. Saya pernah
membuatkan makan malam untuknya di hari ulang tahunnya. Dia adalah satu-satunya
yang membantu saya membersihkan dan mencuci piring. Dan saya berpikir, dia pria
yang tepat,” sebutnya.
Michael dianggap banyak orang sebagai pembalap terhebat
yang pernah memenangkan tujuh gelar kejuaraan. Bulan Juli 2021 lalu Netflix
telah membeli hak untuk menayangkan film dokumenter ke dalam kehidupan pria
berusia 52 tahun itu.
Selain Corinna, film documenter itu juga mewawancarai
ayah Schumi, Rolf dan saudaranya Ralf, serta pebalap F1 seperti Jean Todt,
Bernie Ecclestone, Sebastian Vettel, Mika Häkkinen, Damon Hill, Flavio Briatore
dan David Coulthard. Film ini akan tayang 15 September pekan depan.
Editor: Aspian Nur